Minggu, 10 Juni 2018

Prediksi World Cup 2018

Nulis tema ini tentu saja untuk menyambut Piala Dunia Rusia 2018 yang bakal berlangsung 3 hari lagi... Horeee...

Nulis tema ini juga untuk meneruskan prediksi gue di setiap ajang sepakbola besar 2 tahunan, selain Piala Eropa, dimana 1 dari 3 tim sepakbola kesayangan gue bakal bermain, INGGRIS!!

Nulis tema ini juga untuk kembali memperlihatkan level cenayang gue udah sangat menurun semenjak berhenti berjudi di pertandingan sepakbola. Kayak tulisan "Prediksi Euro 2016" 2 tahun lalu. Ancur-ancuran, tetiba Portugal yg juara kan ngehek..

Bodo ah -____-


Seperti biasa, kalo kualifikasi mah Inggris berjaya bener dah, gak ada lawannya, salah satu tim yg memastikan diri lolos ke Piala Dunia dengan cepat, catatan super bagus, dari 10 pertandingan 8 kali menang, 2 seri tanpa kekalahan. Dengan selisih gol +15, golin 18, kebobolan 3. GILAK KEREN BANGET GAK SIH???!!!

Dengan pemain-pemain "bintang" yang udah pada pensiun, mulai mengandalkan pemain "biasa aja", di tengah gempuran bintang asing di English Premiere League. Mau gimana lagi coba. Mana jarang bener pemain Inggris maen di luar negeri. Ampun dah. Tapi harus diakuin, mudah-mudahan beberapa tahun lagi bakal muncul generasi-generasi handal, hasil dari menangin kejuaraan dunia di level junior. Dan semoga ada kebijakan lain dari FA mengenai pemain ini ataupun pembatasan pemain asing, pasti gokil sih Insya Allah. Amiiieenn.

Jadi, pas Gareth Southgate mengumumkan 23 nama pemain Inggris buat di bawa ke Rusia, ya gue maintain expectation aja liat nama-namanya :((

Kiper:
Pickford
Butland
Pope

Bek Kanan:
Trippier
Trent Alexander Arnold
Walker

Bek Kiri:
Rose
Young
Delph

Bek Tengah:
Maguire
Cahill
Jones
Stones

Gelandang Bertahan:
Jordan Henderson
Loftus Cheek
Dier

Gelandang Tengah:
-

Gelandang Menyerang:
Alli
Lingard

Sayap:
Sterling

Penyerang:
Kane (C)
Vardy
Rashford
Welbeck

Ada 3 bek kiri, 3 bek kanan, dan 3 gelandang bertahan, gak ada gelandang tengah, amsyong gak tuh :D Posisi itu yang paling sering mereka mainkan selama musim 2017/2018. Young posisi naturalnya sayap, Delph gelandang bertahan. Tapi ya tetep aja. Auk ah gelap. Dari skuad dan beberapa pertandingan ujicoba, Southgate sering pake formasi 3-5-2. Njir formasi jadul, seinget gue ini beken jaman dulu masih Glenn Hoddle megang timnas di Piala Eropa 1996 -___-

Tapi namanya pendukung, tetep harus di dukung biar jadi juara!!

So, mari kita mulai, negara yang di cetak tebal itu yang lolos ke babak selanjutnya ya....

Fase Grup

Grup A:
1. Uruguay
2. Rusia
3. Mesir
4. Arab Saudi

Grup B:
1. Spanyol
2. Portugal
3. Iran
4. Maroko

Grup C:
1. Prancis
2. Denmark
3. Australia
4. Peru

Grup D:
1. Argentina
2. Islandia
3. Kroasia
4. Nigeria

Grup E:
1. Brazil
2. Kosta Rika
3. Swiss
4. Serbia

Grup F:
1. Jerman
2. Meksiko
3. Swedia
4. Korsel

Grup G:
1. INGGRIS
2. Belgia
3. Tunisia
4. Panama

Grup H:
1. Kolombia
2. Polandia
3. Jepang
4. Senegal

16 Besar

Uruguay Vs Portugal
Prancis Vs Islandia
Brazil Vs Meksiko
INGGRIS Vs Polandia
Spanyol Vs Rusia
Argentina Vs Denmark
Jerman Vs Kosta Rika
Kolombia Vs Belgia

Perempat final 

Portugal Vs Prancis
Brazil Vs INGGRIS
Spanyol Vs Argentina
Jerman Vs Belgia

Semi final

Prancis Vs INGGRIS
Argentina Vs Jerman

Tempat Ketiga

Prancis Vs Argentina


Final

INGGRIS Vs Jerman

WOOOOOHHHOOO.. INGGRIS JUARA PIALA DUNIA!!*langsung pada nyinyir*

Namanya juga pendukung ya, gue mah cuma bersenang-senang aja dalam mendukung tim kesayangan, mau menang atau kalah, yang penting selama minimal 90 menit mereka nemenin waktu gue. Udah lewat masa-masa gedeg kalo diledekin pencapaian tim yg gue dukung. Sekarang mah dah gak sebel atau marah lagi. Biasa aja.

Bukan apa-apa, tapi karna 3 tim yang gue dukung itu identik dengan kegagalan. Hahahahaha. Ler.

Jadi bikin prediksi ini juga salah satu cara gue menikmati ajang 2 tahunan yang diikuti oleh Inggris. Prediksi ini betul ya alhamdulillah, kalo pun kagak ya enjoy aja dah. Minimal kan bisa nonton 3x 90 menit Inggris maen selama sebulan kedepan..

It's coming home,
It's coming home,
It's coming,
Football's coming home
Everyone seems to know the score,
They've seen it all before,
They just know,
They're so sure,
That England's Gonna throw it away,
Gonna blow it away,
But know they can play,
'Cause I remember
Three Lions on a shirt,
Jules Rimet still gleaming,
Thirty years of hurt,
Never stopped me dreaming.
So many jokes, so many sneers,
But all those oh-so-nears,
Wear you down,
Through the years,
But I still see that tackle by Moore,
And when Linekar scored,
Bobby belting the ball,
And Nobby Dancing
Three Lions on a shirt,
Jules Rimet still gleaming,
Thirty years of hurt,
Never stopped me dreaming.

"Three Lions" By Lightning Seeds, for Euro 1996.
 
Lagu tentang sepakbola terbaik sepanjang masa, tiap dengerin selalu berdiri bulu kuduk, gak tau kenapa...

COME ON ENGLAND!!

Selasa, 29 Mei 2018

Evaluasi Liverpool 2017/2018

What A Season!!

Buat gue, pendukung Liverpool yang udah memasuki fase "maintain expectation tiap musim" begini, bisa masuk Final Liga Champions udah prestasi yang sangat membanggakan. Gimana enggak, mata semua pendukung klub lain tertuju sama partai Madrid Vs Liverpool ini loh. Jadi seneng aja pendukung City, MU, Chelsea, Arsenal, Spurs segala bela-belain waktu 90 menitnya begadang buat nonton Liverpool. Gue aja gak pernah nonton tim mereka maen kecuali pas emang ketemu bertanding, bodo amat dah. Jadi kayak ada perasaan menang aja gitu. Apa lu ngeledekin tapi tetep nonton, kalopun gak nonton tapi peduli :D

Dan hasilnya pun sesuai sama prediksi gue: Madrid menang. Gue bukannya suporter yang pesimis, gue suporter yang realistis :)) Kalo head to head adu tiap pemain di formasi 4-3-3 aja, yang kemungkinan bisa "bersaing" cuma Van Dijk vs Varane, Salah Vs Bale, Firmino Vs Benzema. Sisanya mah jauh bener kualitasnyaaaaa.. Modric-Kross pemain gilak gitu, masa' lawannya Wijnaldum-Milner. 3 pemain yang gue sebut itu juga masih dalam level "bersaing" ya -___-

Jadi pas kick-off harapan gue cuma menikmati pertandingan aja 90 menit ke depan. Gak ngarep apa-apaan. Mana gue nonbar pula, dan sesuai sejarah sebelumnya, Liverpool hampir pasti KALAH MULU kalo gue nonton bareng teman-teman, gak di rumah aja kayak biasanya. Liat di bench Madrid ada pemain sekelas Asencio, Bale. Pas liat bench Liverpool... Yaudahlah ya..

Meski selama Salah bermain 30 menit Liverpool sempat mendominasi permainan, tetep aja gue mikir itu bagian dari strategi mereka. Kayak masuk perangkap gitu. Begitu Salah cedera karna duel sama Ramos, langsung berantakan. Keliatan banget, terutama Firmino-Mane kayak males gitu partner mereka diganti Lallana. Tambah parah pas Karius kasih assist buat Benzema, makin ngaco. Dan di gol ketiga itu emang susah sih knuckle shot buat ditangkap. Abislah, mau ganti pemain juga gak ada "siapa-siapa" di bench. Puyeng Klopp. Mending evaluasi aja yuk buat musim depan..

Dari final kemaren itu sebenernya udah kentara bener 2 evaluasi urgent buat Liverpool:

1. Kiper yang memberi rasa aman dan nyaman untuk para pemain bertahan lainnya,
2. Pelapis buat Salah (dan juga Mane) kalo lagi gak maen.

Di musim 2017/2018 ini, seperti biasa Klopp masih pake formasi 4-3-3. Sama persis kayak yg gue bahas tahun lalu di Evaluasi Liverpool 2016/2017.  Kalo elo suka ngikutin tulisan gue, tiap tahun selalu nulis evaluasi Liverpool, baca deh, ternyata bener sekitar 80% loh apa yang gue kemukakan. Cek aja kalo gak percaya. Hihihi.

Pemain yang sering diturunkan Klopp dalam formasi 4-3-3 musim 2017/2018:

- Kiper (GK): Loris Karius. Cadangan masih Mignolet dan Ward. Terlepas dari blunder yang Karius lakukan kemaren, di tengah musim gue pun berpikir 3 kiper ini ternyata masih belom cukup layak untuk mengawal gawang Liverpool. So, udah pasti butuh 1 kiper berpengalaman. Dan Mignolet kayaknya cabut.
- Bek Kanan (RB): Trent Alexander Arnold. Sayang Clyne cedera panjang, kalo kagak pasti seru banget persaingan. Joe Gomez bisa masuk juga meski passing acak-acakan.
- Bek Kiri (LB): Andrew Robertson kereeeenn... Di lapis sama Moreno dan Flanagan sebagai scousers sejati juga masih cukup.
- Bek Tengah (CB): Virgil Van Dijk gilak sih. Sayang belom kesampean sering duet sama Matip, keren pasti. Sama Lovren aja udah mantab. Klavan masih belom bisa ngimbangin, sebaiknya beli 1 bek tengah buat gantiin dia.
- Gelandang Bertahan (DM): Jordan Henderson. Kapten belom ada pesaing disini, kadang suka rotasi sama Can, dan beberapa kali Wijnaldum pas lagi krisis. Can out, Fabinho in, udah kuat posisi ini.
- Gelandang Tengah (CM): Awal musim gue ngarep Gini Wijnaldum duet sama Adam Lallana disini. Udah the best itu sebenernya. Sayang Lallana sering cedera. Ketutup sama Ox yang ternyata lumayan, dan Milner yang balik ketengah lagi. Gak terlalu mendesak karna nambah Keita musim depan.
- Sayap Kanan (RW): Mau ngomong apaan lagi tentang Mo Salah -__- Sayang gak punya pelapis. Lallana-Ox culun taro didepan. Juga Ings kalo maen di pinggir. Urgent ini sih cari pelapis.
- Sayap Kiri (LW): Sadio Mane, kayak musim sebelumnya masih mantab. Sayang gak punya pelapis. Lallana-Ox culun taro didepan. Juga Ings kalo maen di pinggir. Urgent ini sih cari pelapis.
- Striker (ST): Roberto Firmino udah gak ada obatnya disini. Pelapis kalo Origi balik sih lumayan, plus Solanke. Bye-bye Sturridge sama Ings kayaknya.

Dari analisa diatas, maka yang urgent dilakukan oleh Klopp adalah cari 1 kiper dan 1 penyerang sayap kelas dunia. 2 itu aja dulu. Makanya seneng banget nama-nama kayak Allison kiper Roma, atau Nabil Fekir sayap Lyon masuk radar. Kalo kejadian sih gokil dah.

Sehingga musim depan bakal begini kira-kira skuad Liverpool buat bertarung di 4 kejuaraan (berdasarkan formasi kesukaan Klopp, dan nama yang disebut pertama merupakan pilihan utama)::

1. GK: 1 pemain baru, Loris Karius, Danny Ward
2. RB: Trent Alexander Arnold, Nathaniel Clyne, Joe Gomez
3. LB: Andrew Robertson, Alberto Moreno, Jon Flanagan
4. CB: Virgil Van Dijk, 1 pemain baru
5. CB: Joel Matip, Dejan Lovren
6. DM: Jordan Henderson, Fabinho
7. CM: Naby Keita, Gini Wijnaldum, James Milner
8. CM: Adam Lallana, Oxlade Chamberlain, Ben Woodburn
9. RW: Mo Salah, 1 pemain baru
10. LW: Sadio Mane, 1 pemain baru
11. ST: Roberto Firmino, Divock Origi, Dominic Solanke

Cakep bener ini 28 pemain begini mah buat musim depan. Tapi emang harus di akui, di formasi 4-3-3 begini, harus ada playmaker yg berani pegang bola macem Kroos, Modric, De Bruyne, Coutinho, Hazard segala. Tapi menurut gue belom begitu urgent melihat masuknya Fabinho-Keita buat perekrutan pertama. Mungkin Klopp masih percaya sama Lallana mengemban tugas itu. We'll See deh gimana perkembangan bursa transfer, apalagi bakal ada Piala Dunia kan, saatnya buka mata buat ngeliat pemain-pemain.

See you next season Reds!! :*

Horeeee.. Masih bisa nonton pertandingan di selasa atau rabuuu...

#YNWA

Selasa, 13 Maret 2018

Me Time: Bangkok 2018

Sumpah, ini semua prosesnya sangat-sangat impulsif. Di mulai dari Lombok Marathon 2017 yang pending, ada hasrat tidak terlampiaskan karna udah capek-capek latihan 3 bulan sebelumnya, lalu emang belom pernah menjejakkan kaki di tanah "Negeri Seribu Pagoda" ini. Cewek-cewek gak ikutan, karna cewek yang paling gede, aka Dewa, gak mau, di Bangkok gak ada apa-apaan katanya. Iya juga sih setelah pengalaman 4 hari disana, gitu doang :))

Abis beli slot di Amazing Thailand Marathon Bangkok 2018, langsung cari penginapan di deket Finish Area, dan abis googling, ternyata disarankan daerah Khao San Road, yang emang bener palingan cuma jarak 500m aja. Langsung booking di Dang Derm Hotel. Setelah dapet promo di 2 pesawat Low Cost, Air Asia dan favorit gue Lion Air :p cus langsung berangkat dengan agenda disana bakal 4 hari 3 malam.

Seminggu sebelum keberangkatan, baru mulai browsing deh, buat bikin itinerary selama disana. Kenapa gue milih Bangkok, karna menurut cerita orang-orang yang udah pernah kesana, mirip sama Kuala Lumpur atau Singapore. Transportasi massal-nya bagus, jadi gampang deh buat orang pemalas kayak gue ini, kagak ribet gitu. Tinggal baca petunjuk aja.

Eh ternyata,

Gak semua wilayah di cover sama jalur kereta, salah dua-nya:
1. Bandara Don Mueng,
2. Khao San Road.
Jadi cukup sering naek taksi/tuktuk disana, lumayan boros buat mobilitas. Nyebelin.

Jumat, 2 Februari 2018

Berangkat jam 6an dari Soetta naik Lion Air tercinta, perjalanan sekitar 3 jam, dan waktu di Bangkok sama kayak Jakarta. Bawa 1 koper gede terpaksa masuk bagasi pesawat, jarang-jarang nih. Biasanya males. Tapi karna cukup lama dan gak bisa nyuci, gak papa dah ribet dikit. Nyampe sana ke tempat racepack collection naek taksi. Padahal itu di salah satu stasiun kereta gede di Bangkok. Dan kalo gue naek pesawat mahal, ke bandara satu lagi, cuma jarak 3 stasiun. Nasib dah budget pas-pasan -__-

Dari tempat racepack collection, ke Khao San Road juga gak ada jalur kereta, jadi naek taksi lagi. Asli nyebelin. Di petunjuk bisa sih jalan dulu 1-2 km, terus naek bis 2x, terus turun bis masih jalan lagi. Bodo amat dah ah. Nyampe hotel langsung bisa check-in alhamdulillah. Jadi bisa selonjoran dikit. Lanjut sorenya pake running gear, jogging nyari 5km buat tappering sekaligus survey wilayah sekeliling hotel. Dari mulai Finish Area buat Marathon, Stadium buat nonton Muaythai, juga ada kuliner apa aja di sana yang haram-haram.

Sesuai sama yang gue baca saat browsing, gokil sih di Khao San Road semua ada. Street food-nya bikin ngiler asli, dengan harga 20-150 baht (dikali 400an kalo mau di convert ke rupiah), harganya sekitar Rp8000-Rp60000an. Phad Thai, sate daging babi, sapi, ayam, cumi, udang tersedia. Duren, mango sticky rice. Sampe jajanan ekstrem ada. Selain itu, juga ada thai massage, bikin tattoo, kepang rambut.. Mayan dah menghibur diri kalo males kemana-mana karna transportasi susah kan.

Malamnya, udah izin sama Dewa mau ke salah satu Red District di Bangkok. Ada 3 tempat: Pat Pong, Nana Plaza, dan Soi Cowboy. Hasil dari browsing, di Pat Pong itu sering banget kasus wisatawan "diperas" sama orang-orang disana. Males juga ye gue sendirian disana terus misalnya dipalak. Di Nana Plaza, hasil dari baca sana-sini, ternyata itu wilayah prostitusi, jadi bisa begituan sama pelacur wanita atau ladyboy. Ogah dah, gue punya "Full Package" yg nungguin di rumah. Akhirnya pilihan jatuh ke Soi Cowboy, itu kayak 1 gang cuma sepanjang 150m, di sepanjang jalan, banyak cewek-cewek kekurangan bahan baju yg berusaha narikin orang buat masuk ke Go Go Bars tempat mereka bekerja, kayak club gitu, di dalamnya banyak tiang cewek-cewek cuma pake sempak sama beha joget-joget. Masuk gak bayar, tapi harus beli minum. Ada yang isinya cewek, ada yang isinya ladyboy, tinggal pilih. Pas gue baca-baca, kalo sendirian bisa "dikerjain" juga, modusnya nanti ada salah satu cewek ngajakin ngobrol terus dia pesen minum, tagihannya di masukin ke bill kita -__- Makanya gue cuma cari makan aja disana, kebetulan gak semua di jalan itu isinya Go Go Bars, jadi cari restoran, duduk di luar, terus cuma berani mengamati keadaan sekitar aja. Ngeri juga ternyata nightlife gini, buat orang yg demen cari aman kayak gue, kayak gak pas aja suasananya :))

Malam ini ditutup dengan sebel, karna pulang-pergi kesana naik tuktuk...

Sabtu, 3 Februari 2018

Setelah sarapan di hotel, dengan menu yang seadanya (tau gitu gak usah pesen kamar yg sekalian breakfast), lanjut mau ke tempat wisata layaknya turis-turis yang dateng ke Bangkok, kebetulan jaraknya cuma walking distance, tujuan pertama adalah ke Grand Palace. Jadi ini adalah kompleks istana raja Thailand. Bangunannya bagus-bagus, terus luas bener. DAN RAME PARAH :D

Di dalam area Grand Palace ini ada Wat Phra Kaeo, kuil dari Emerald Budha. Masuk ke situ antrinya edan, harus buka sepatu pula, dan gak boleh celana pendekan atau kaos lengan buntung. Buat gue yang bukan agama Buddha mungkin gak ngerti ada orang-orang yg pake dupa terus pada berdoa gitu, mungkin sakral menurut mereka, karna gak boleh bersuara dan ngobrol didalam kuil. Menarik sih liat kepercayaan beda gini ya, jadi bisa makin menghargai perbedaan :)



Puas ngeliat arsitektur luar biasa di Grand Palace, lanjut ke tujuan kedua, jalan kaki sekitar 500m ke Wat Pho, kuil dari 46 meter Reclining Buddha. Alhamdulillah disini lebih sepi, jadi bisa napas. Di kompleks area Wat Pho juga banyaaaaakk banget pagoda gede-kecil, yang jarang gue liat. Mirip-mirip Candi Prambanan tapi versi mini gitu. Di Depok mah adanya Margo City doang, gak ada beginian, jadi seneng aja ngeliatnya.

Gak terasa, udah menuju sore aja, saatnya buat balik, karna harus istirahat dan carbo loading menjelang Magrib, tengah malem mau marathon kayak orang bener. Dan naik tuktuk pas pulang, meski bisa jalan kaki tapi takut kecapean, sekalian kasih rejeki ke drivernya. #alasan
Seperti yang gue bilang tadi, di Khao San Road selain penjual makanan, ada juga yang jual jasa. Cobain ah. Pertama, bikin tattoo. Sebagai bentuk cinta, lengan kanan tulisan "Dewa" pake huruf Thailand. Di lengan kiri "Adia" sama "Carra", juga dengan huruf Thailand. Mayan kan nampang besoknya lari pake lekbong, Tapi Mbaknya kayak rada jijik gitu bikinnya. Karna gue baru sembuh dari virus Rosea, bekasnya itu putih-putih kayak panuan di lengan. Maap ya Mbak, gak nular ini, asli dah :D Kedua, kepang rambut. Mumpung lagi gondrong, kepang rambut gaya 3 corn row gitu. Aman deh gak perlu stok cadangan iket rambut pas lari besoknya. Sakit ternyata di kepang, di jambak-jambak sama Mbak-nya, mungkin nyebelin kali yak gue komuknya, dan pantas untuk disakiti.

Minggu, 4 Februari 2018


Tengah malem udah berangkat ke start marathon, pagi udah di hotel lagi. Cerita selengkapnya bisa cek di "My 9th Marathon: Amazing Thailand Marathon Bangkok 2018".

Setelah dirasa badan udah siap kembali beraktivitas, yang mau gue cobain dari kemaren: Thai Massage!! Dari kemaren enak bener ngeliatnya orang pada duduk gitu terus kakinya dipijiten. Tapi karna takut kenapa-napa, emang gue targetin begitu kelar marathon aja cobain. Gue ambil paket Foot Massage, begitu kelar koq kayaknya enak ngeliat orang ambil paket Head, Neck, and Shoulder Massage, akhirnya cobain juga. Ya Allah enaknya sampe ketiduran, padahal yang mijitin Mas-Mas, gimana kalo sampe happy ending itu :))

Di Itinerary, siang ini rencananya gue jalan-jalan ke pusat perbelanjaan buat cari sepatu gantiin Alphabounce tercinta. Tapi ngeliat persediaan duit udah menipis, sedangkan ke tempat tujuan harus naek taksi/tuktuk lagi, ogah dah. Jadi ngabisin waktu dengan istirahatin kaki aja sambil leyeh-leyeh nonton tipi.. Liburan yang sangat berfaedah sekali ya sodara-sodara pembaca yang budiman...

Sore udah keluar buat nyantap jajanan apa yang udah jualan di bawah, sekalian isi perut. Tapi serius semua jajanan di Khao San Road gue cobain, gak ada yang kelewat satupun dari banyak yg gue mention di paragraf atas-atas itu.. Iya, gak satupun yg kelewat, if you know what I mean :D
Abis nyemil langsung jalan kaki ke Rajadamnern Stadium, yang jaraknya cuma sekitar 2km. Untung aja recovery-nya bener, jadi gak pincang meski jalan sejauh itu. Tujuannya adalah nonton 9 pertandingan Muay Thai di dalam situ. Buat gue yang pecinta olahraga beladiri, sangat antusias banget buat ngeliat langsung kayak gimana Muay Thai. Kalo liat-liat di youtube, atlet-atletnya nendangin pohon pisang sampe roboh. Sekeras apa itu coba. Makanya penasaran.

Baru juga nih buat gue nonton seni beladiri tradisional, setelah perkenalan nama petarung, mereka berdua kayak melakukan gerakan-gerakan diiringi lagu tradisional, semacam ritual sebelum bertanding. Di jadwalkan 5 ronde, 1 ronde itu 3 menit. Seru sih emang kalo ketendang telak, bunyinya mantep bener, kayak lagi maen perang sarung pas solat taraweh, terus sarungnya diselepetin ke punggung. Perih tuh pasti rasanya. Di pertandingan ketiga, ada petarung kulit putih (bule) gitu lawan petarung Thailand. Kasian juga sih liatnya, di tendang mulu bagian kakinya, sampe kalah dihentikan wasit, dan keluar ring di tandu saking cederanya. Kayak besi kali ya itu kerasnya, buset dah. Mister Bule, jangan yang enggak-enggak aja deh hidup, segala nantangin Muay Thai orang Thailand, yang lempeng-lempeng aja aman dah dijamin..

Kelar dari sini jam 10an malam. Karna jalanan udah lumayan sepi, dan males terjadi apa-apa di malam terakhir, naek tuktuk lagi deh gue, setelah nego harga balik ke hotel, gak disangka, driver-nya ngomong pake bahasa Inggris terbata-bata: "Hey, do you want pumpum? Only 2 thousand". Kan gue bingung yak: "What is pumpum?". Terus dia jawab sembari meragain pake jari telunjuk kanan, dimasukin ke buletan yg dibikin dari jari telunjuk dan jempol kiri: "Pumpum, Aaaahhh... Aaaahh". BGST!! Ditawarin prostitusi gue ngehek.. Mungkin karna gue diliat sendirian, malem-malem. Sampe dia kasih liat poto cewek-ceweknya di booklet gitu: "No Ladyboy, aaaaall girl. Massage first, and then pumpum. 1 hour, 2 thousand". 2rebu Baht itu kan hampir sejuta. Lah gue siang aja ngedokem doang di hotel karna duit nipis, pake ditawarin segala. Bodo amat gue mau balik, mau klimaks cobain kuliner Bangkok aja mendingan. SETAN LUH.

Waktu di Manila, gue nyobain balut, makanan ekstrem khas sana. Telor ayam yang udah ada cangkangnya, udah berbentuk ayam, tapi di rebus dan di makan. Disini, sering banget gue nonton di tipi tentang street food legend. Yeeeayyy.. Akhirnya nyobain. Ada ulat, kepik, kecoa madagaskar, kalajengking, ular, kodok, sampe tarantula. Edaaann.. Pas dicoba sih semua rasanya tampak sama, karna mungkin bumbunya itu-itu aja kali ya. Tapi efeknya itu loh. Kelar makan, entah kenapa masih nempel kan di mulut rasanya, jadi eneg sendiri kalo bayangin tadi makan apaan. Huueeekk :((

Malam terakhir di Bangkok gue habiskan nonton Liverpool Vs Tottenham Hotspur kick off jam 23:30 di salah satu bar Khao San Road. Orang mah pada di outdoor, minum bir, sama cewek-cewek sambil dugem. Lah gue indoor, minum coca-cola, sendirian sambil nonton bola -__- Mungkin yang kemaren ngeliat gue keluar tengah malem mau lari, liat gue lagi: "Lah si kampret, kemaren tengah malem mau olahraga, malem ini malah nonton bola. Ngapain lu ke Khao San Road woy pea??!!".

Senin, 5 Februari 2018

Udah berangkat persis abis sarapan di hotel, meskipun pesawat siang. Karna menurut petugas hotel, kalo Senin pagi jalanan Bangkok macetnya parah, jadi buat jaga-jaga mendingan nunggu di bandara aja. Naek taksi lagi ke bandara Ya Allah :((

Driver-nya bikin gue dejavu. Abis ngobrol ngalor-ngidul dengan bahasa Inggris sama-sama pas-pasan, pertanyaan mengerucut: "Already try pumpum in Bangkok?". DEFAQ. Gue ceritain aja semalem yang ditawarin driver tuktuk. Dia bilang: 'No. no, no. 2 thousand is too expensive. Tuktuk driver got a big commission. With me, 1 thousand 5 hundred. I will drop you there, I will wait, and take you back to hotel". Hanying sama doi lebih murah :)) Sampe dia bilang: "Your plane still 4 hours, do you want it now?? Pumpum?? I will wait, and then take you to airport, and you can go back to Jakarta with happy face". SETAN LUH. Gue bilang aja duit bayar taksi itu duit terakhir yang gue punya. Baru deh dia bilang kalo ke Bangkok lagi, cari dia aja, dia ngetem di tempat tadi gue naek taksi.

Untung aja dah tawaran-tawaran itu datengnya pas gue mau balik. Coba pas di taksi pertama tuh, yg bawa gue dari bandara buat ambil ke tempat racepack collection, dengan duit di dompet masih full. Allah memang menjaga hamba-Nya dari godaan setan dengan cara-cara yg beda :))

Terimakasih Dewa yang udah izinin buat ninggalin selama ini untuk pemenuhan ego pribadi suaminya. Terimakasih dikasih "Me Time" biar suaminya gak stres.

Terimakasih Bangkok..
What's Next?

"Dont Be Scare To Walk Alone.. Dont Be Scare To Like It" - John Mayer

Senin, 12 Maret 2018

My 9th Marathon: Amazing Thailand Marathon Bangkok 2018

Harusnya ini berjudul: "My 9th Marathon: Lombok Marathon 2018". Tapi race tersebut yang awalnya diselenggarakan tanggal 3 Desember 2017, di pending karna erupsi Gunung Agung di Bali, jadi tanggal 27 Januari 2018. Panitia sih sudah memfasilitasi, apabila ada yang mau reschedule penerbangan maupun penginapan yang sudah di booking, tapi sayangnya gak bisa refund (emang di aturannya sih ada ini). Karna udah keburu males dan ngambek, gue gak jadi ikutan dengan alasan: "Males ah lanjutin latihan 2 bulan lagi". Udah tua masih aje ambekan..

Abis itu fokus ngincer 2 race overseas buat awal 2018. Niatnya Seoul Marathon, atau Phuket Marathon, dengan alasan ya karna belom pernah aja ke Korsel sama Thailand. Tapi entah jari ini gimana mencari saat lagi iseng-iseng browsing, tiba-tiba internet membawa gue untuk masuk ke website www.amazingthailandmarathon.com. Eh, ada Marathon di Bangkok bulan Februari 2018!! Dan ini race baru pertamakali di bikin, acaranya Kementerian Pariwisata Thailand. Karna setau gue Bangkok Marathon itu yang megang Standard Chartered Bank, kayak waktu gue ikutin di Kuala Lumpur sama Hong Kong. Langsung izin sama Dewa (dan dia gak mau ikutan, begitupula anak-anak, karna di Bangkok gak ada apa-apa katanya, sendokiran dah), daftar aja langsung deh. Mungkin ini yang dinamakan belanja impulsif -___-

Dan baru sadar, gak mau ikutan Lombok karna males lanjutin latihannya yg udah di Peak Performance awal Desember 2017, lah ini daftar di race yang jaraknya cuma seminggu. Gimane dah lu tong..

Emang bener, selama 2 bulan itu, sama sekali gak Interval Training (latihan yg paling gak gue suka), kebanyakan Easy Run. Long Run pun cuma target jarak aja >20km, tapi gak merhatiin kecepatan. Yang bikin rada pede sih masih lakuin Tempo Training dan waktunya masuk, itu juga cuma maksimal 30x400m. Tapi ya gitu deh pokoknya, gak bener. Karna emang bingung aja, di saat udah ngerasa Peak Performance, gak ada pelampiasan, eh harus latihan lagi dengan jarak cuma sekitar 6-7 minggu.

But show must go on..

Jumat pagi nyampe di Don Mueang Airport, langsung menuju tempat Racepack Collection. Edaaaann.. Rapi banget, gak ada antrian sama sekali. Pos-nya banyak berdasarkan kategori jarak dan juga BIB Number. Total dari mulai masuk sampe racepack di tangan, gak nyampe 3 menit kayaknya, gak sempet mau mikir posting apaan :)) Sore-nya jogging aja 5km di sekeliling penginapan, survey Finish Line segala. Sama survey jajanan babi dimana aja.

Sabtu juga gak mau jalan-jalan yang bikin capek, ke tempat pariwisata deket hotel aja yang walking distance. Saking gak mau capeknya, baliknya naek tuktuk aja mayan juga ternyata jalannya beberapa km. Karna harus berangkat jam 01.00 dini hari, carbo loading udah dari sore tuh. Kebetulan banyak restoran Italy di sekitaran hotel, jadi bisa dapet menu spaghetti minum jus jeruk. Abis Margiban, langsung matiin semua lampu kamar, dan mencoba untuk tidur. Gak tau juga berhasil tidurnya jam berapa ini. Tidak lupa semua perlengkapan udah disiapin sebelum tidur, jadi pas bangun udah gak ribet lagi nyari ini-itu.

Tengah malem udah bangun, persiapan berak segala, minum secukupnya, gak pake makan apa-apaan lagi. Pake running gear, berangkat deh. Karna gue tinggal di daerah Khao San Road, dimana tempat para turis mancanegara pada dugem, kayak orang gila dah tuh gue. Pake singlet lari, sepatu, bib number segala. Sedangkan yg laen lagi pada mabok-mabokan. Gak asik banget kali hidup gue di mata mereka, tengah malem gitu malah olahraga :))

Ke start line (Stadion Rajamanggala) naek taksi, karna emang beda sama finish line (democracy monument), gue tipe yg maunya deket sama finish aja tinggalnya, biar pas badan lagi gempor-gempornya, gak perlu perjalanan jauh, tinggal jalan kaki aja. Perjalanan sekitar 30an menit udah sampe, lumayan masih sepi karna start jam 03:00. Tapi baggage drop segala udah dibuka, gak ngaruh juga sih sama gue, kalo ikutan race cuma bawa badan aja sama duit, gak bawa barang-barang. Sempet duduk-duduk bentar liatin yg pada pake celana gemes, baru pemanasan deh jogging sekitar 2km sekitaran Stadion bareng sama pelari non-elite lainnya.

Gate dibuka jam 02:15 (di jadwal jam 02:00), kebetulan gue dapet start di Line B, jadi masuk ke dalam stadionnya, horeee.. Karna Line C dan seterusnya di luar. Start dari track lari bareng sama Line A paling depan (banyak Kenyan sama badan atlet gitu, serem deh pokoknya). Didalem juga liat rombongan Run For Indonesia pada poto-poto, tapi malu mau ikutan. Akhirnya cuma berani nyapa Matias Ibo aja yg kebetulan sama-sama start di Line B.



Di Start Line, ada kejutan positif buat gue. Ternyata ada Pacer!! Alhamdulillah. Pas banget mulai dari 4hour00 sampe 6hour00 kalo gak salah. Dan diantaranya cuma selisih 15 menit. Liat deh poto di belakang gue, Pacer-nya keren bawa bendera gitu di punggung, terus pake kayak tas anak trail, yang ketat dibadan jadi gak ngandol. Mantab, penting banget ini Pacer, karna start masih gelap, rada susah atur pace liat-liat garmin, boro-boro keliatan. Bisa sih tapi harus dipencet dulu biar lampunya nyala. Kan ribet. Asli.

Target gue di Bangkok ini gak muluk-muluk, sub-4 aja, terlalu berat buat mecahin Personal Best 03:50:26 yg gue dapet di Hong Kong taun lalu. Jadi rencana awalnya adalah begini: Ikutin Pacer 4hour00 sampe KM35-37, baru pisahin diri, last push until finish.. Bismillah..

DUAAARR!! Gun Time berbunyi..


Dari start udah gabung sama Group 4hour00, yang di pimpin 3 orang Pacer. Buat finish 4 jam pas, elo harus bisa konsisten average pace 5:40. Gue gak liat garmin sama sekali dari start, ngikut aja, tapi autolap tiap 1 km.
Bunyi pertama, pace 5:38.
Bunyi kedua, pace 5:40.
Bunyi ketiga, pace 5:37.
Abis itu udah gak perhatiin, karna Pacer-nya terpercaya. Tiap Water Station ambil air mineral sama isotonik ganti-gantian, sama kayak strategi marathon-marathon sebelumnya, meski berpotensi ngencing.

Sempet misah di KM20an karna gue kebelet ngencing, beres toilet, kejar lagi biar tetep ada di grup tersebut, dimana orangnya itu-itu aja sekitar 8-10 pelari. Ada 1 pelari kayaknya nyiramin air mineral ke badan, terus kakinya basah. Berisik banget setiap melangkah, kayak abis kena banjir di Jakarta yg belom juga bisa diatasin ini, padahal yakin air hujan bisa di serap tanah. Pppfftt. #colongan

Pas KM30, mulai sompral: "Ah, tinggal 12km lagi, pace 5:40 masih nyaman, naekin ah, pisah sama Pacer". Lupa latihan cuma seadanya doang, dan selama 2 bulan lanjutin latihan, gak pernah longrun di atas 30km -__-

Bilang "Thank you" ke pacer, lanjut deh gue misah naekin pace 5:20 (sesuai target gue sebelumnya di Lombok). Enak tuh awalnya, dan prediksi bisa finish di 3 jam 58menitan. Eh KM35 gembos :((
Perut kembung kebanyakan minum setelah KM35 karna gembos
Mulai berat bahkan untuk nahan di pace 5:40-5:50an. Coba bertahan maksimal pace 6:00 aja biar masih masuk sub-4. KM38 gue dibalap sama 1 pelari Jepang, yang jadi 1-1nya cewek di group pacer 4 jam. Njir. Kalo gue ikutin rencana awal dan gak sompral, mungkin gitu hasil akhirnya. Siaul bener dah ah. Gue coba imbangin, tapi cuma kuat beberapa ratus meter, abis itu membiarkan dia nge-gas terus. Disini juga udah mulai denger suara-suara nyemangatin (kayaknya) yg familiar di kuping selama 3 jam sebelumnya. Pas nengok, lah Pacer 4 jam udah di belakang gue aja sekitar 200m.

KM41 udah gak bisa nahan lagi, karna ketemu tanjakan, akhirnya power walk dan kebalap sama Pacer 4 jam. Beres tanjakan, last push deh gak tau pace berapa, karna udah lewat dari 4 jam, sekuatnya aja. Di garmin udah lewat 42,195km (jarak Marathon), belom kelar juga. Tapi di kejauhan, gue liat ada gate: 'Wah itu dia Finish-nya, sprint ah!!"
Eh ternyata bukan, hanying. Cuma gate sponsor doang. Liat ekspresi gue di poto atas ini, kayak mikir: "Ah kampret gue udah capek-capek sprint". Tapi gak jauh dari situ udah kedengeran suara riuh dan ramai. Akhirnya beneran...

FINISH!! Matiin Garmin, tercatat waktu 04:04:05. Haduh, haduh, makin ketara dah kebetulan doang itu bisa 3 jam 50 menit :D

Abis ambil Finisher Shirt and Medal, langsung balik jalan kaki sekitar 500m. Padahal ada kupon makan-minum dulu, sayangnya di ujung yang berlainan dari ke arah hotel. Njir kaki laki pengkor gitu, kagak dah. Langsung scretching di Finish Area, lurusin otot-otot yang pada rusak dipake 4 jam gak berhenti.

Abis sesi poto di atas, langsung ke swimming pool yg tersedia di hotel, karna gak ada bathtub di kamar. Recovery kedua, berendem di air dingin. So far sih selalu berhasil di gue, 2 recovery ini. Scretching, sama berendem air dingin. Pernah cobain berendem air hangat, enak sih sampe ketiduran segala, beres dari Marathon di Manila. Tapi udahannya jalan bebek sampe beberapa hari. Kalo ini, siang juga udah biasa aja jalannya. Ada recovery ketiga sih sebenernya, tapi.... Ah sudahlah...

Kalo ada yg temenan sama gue di socmed, postingan kecewa atas "kegagalan" ini sebenernya tertuju ke Dewa dan Adia-Carra. Karna gak enak aja, udah ninggalin 4 hari 3 malam untuk muasin ego pribadi, tapi hasilnya gak sesuai harapan. Gak puas aja gitu.




Yah, tapi namanya kegagalan, tinggal jadiin bahan evaluasi aja deh. Intinya sih emang susah banget nerusin latihan, di saat udah ngerasa Peak Performance. Dan kalo emang latihan gak maksimal, jangan sompral, tetep sesuai rencana awal aja :))



Thank You Amazing Marathon Thailand Bangkok 2018...




By the way, yang sempet ragu, ini gue marathon pake Adidas Alphabounce loh dan baik-baik aja tuh :p *mana nih endorse-an ah*

SEE YOU ON MY 10th MARATHON THIS YEAR, INSYA ALLAH...

'Even If You Run Slower Than Expected Time, You Succeed In Any Marathon When You Finish' - Hal Higdon

Liam Gallagher Live in Jakarta, 14th January 2018

Gilak ini sih... AKHIRNYA..

Pertengahan 2017, Aldy, temen 1 kampus, nge-japri gue, dia bilang "Gol, Liam mau konser tuh di Jakarta". Gue langsung gak percaya, karna emang rumor kayak gini basi dah, sering bener soalnya. Langsung iseng kan buka twitter, bener ternyata lagi banyak yg omongin. Aldy nambahin: "Seriusan Gol, ini sodara gue promotornya, dan udah oke, sekitaran Agustus di Ancol". Njir, makin kepo. Rame dah tuh terus poster-poster konser Liam beredar, ada yg bilang di Driving Golf Senayan, ada yg di Ecovention Ancol.

YANG BENER YANG MANA INIIIIII????!!!

Karna ini Liam, akhirnya cari info kesana-kemari, dan ngeliat di akun resmi promotornya NadaPromotama, ThePlaymaker, dan CollectiveTouring... LIAM GALLAGHER KONFIRM 8 AGUSTUS KONSER DI ANCOL. EDAAAANNN..


Gilak ini waktunya pas banget Aldy ngasih tau, karna 3 hari setelah dia ngabarin, gue udah rencana mau nonton di kota terdekat, yaitu di Manila. Nunggu 3 hari biar kartu kredit udah cetak tagihan, jadi beli sekarang, bayar 2 bulan lagi :) Eh gak jadi. Kebayang sebenernya kan tiket pesawat, hotel, akomodasi segala. Fiuuuhh.. Nuhun Dy!! Teu jadi bangkrut aing..

Langsung dah begitu ada info tanggal berapa tiket di jual Early Bird, udah langsung siap-siap. Dan gak tanggung-tanggung, langsung niat beli "Rock Pit", yang paling depan panggung. Padahal ada yg duduk sih, buat orang seumur gue gini kan yg udah melemah kondisi fisiknya :)) Tapi buat Liam, sesekali-lah depan congor persis.. Dapet tiket early bird begitu penjualan online udah dibuka. Rejeki Ayah Soleeehh.. Tinggal nunggu hari-H..

Tapi ternyata tanggal 27 Juli 2017, ada berita dari promotor, kalo ada miskomunikasi dengan Liam, dan terpaksa di undur jadi tanggal 14 Januari 2018 :((

Sedih banget, hancur berkeping-keping hati ini... Berlebihan ngehek lu ah.

Padahal gue udah siap banget itu, tapi untuk meredam kesedihan, sebenernya ada faktor yg bikin seneng konsernya diundur... Liam ini World Tour buat ngenalin album solo-nya "As You Were".. LAH YANG BARU KELUAR SEBELUM 8 AGUSTUS 2017 BARU "WALL OF GLASS" DOANG -___-

Gimana mau sing along nanti. Karna release-nya itu 6 Oktober 2017. Jadi ya gak papa dah undur aja daripada yg nonton mati gaya, sama Liam kesel gak meriah crowd-nya terus udahan di tengah konser, ngambek :D Mayan dah tiap hari selama 3 bulan dengerin album "As You Were" berulang-ulang sampe ngelotok.. Mungkin Bibi sama anak-anak di rumah juga ikutan hapal ini sih...

JANUARY 14th 2018!!

Akhirnya hari yang ditunggu telah tiba. Abis maen di Kapten Kecil, pulang langsung makan dan minum, karna gue sendiri, gak ada yg bisa ngetekin antrian kalo lapar dan harus cari jajanan. Secukupnya aja tapi, gak ada waktu dah pokoknya ke WC buat berak sama ngencing.

Nyampee venue jam 13:10, di jadwal itu penukaran tiket jam 13:00, tapi ini belom buka, dan udah rame njir. Setelah ada sedikit cekcok antara penonton dan panitia (karna ketidakjelasan cara penukaran tiket), sekitar jam 14 tiket udah di tangan gue :*

Open gate jam 17:00, jadi santai dulu ke mobil buat ngecas HP, karna nanti kedalem cuma bawa 1 HP dan kunci mobil (selipin duit buat jaga-jaga). 2 item aja. 1 HP sama dompet ditinggal. Alasannya sederhana sih, biar muat di kantong depan aja, dan kantong belakang kosong, buat antisipasi copet. Males aja kan fokus jagain bawaan di kantong, gak nikmatin konsernya. Pernah soalnya di Bandung hampir kecopetan pas nonton konser, lagi ngecek kantong, ada tangan orang disitu ngerogoh, gue pegang eh kelepas terus gak keliatan orangnya yg mana karna gelap, ngehek..

14:30 di gate udah ada 5-8 orang yg duduk ngantri (keliatan dari spion mobil parkir), njir keduluan. Langsung cabut dah ikutan duduk. Baru abis itu mulai rame pada ikutan ngantri...

15:30 hujan turun. Beeeuhh.. Langsung pada protes: "Buka gate-nyaaaaa.. Ujaaaan" :)) Untung panitia baek, jadi di buka deh, lanjut pada ngantri di dalem, kayak lobi Ecovention Center gitu, jadi ada atapnya. Duduk lagi ramean. Gue mati gaya ini, mau maen HP takut batere abis, karna ngecas gak sampe 100%. Jadi celingak-celinguk aja kayak orang pea.

17:00 entah siapa yg kasih komando, tiba-tiba antrian pada berdiri, bersiap masuk. Buset itu gue sempet mikir, saking padat dan gerahnya "Kampret terakhir kali aja dah gue begini", berdiri doang gak jelas, terkadang sesekali pada nyanyi bareng lagu-lagu Oasis. Sama kalo kedengeran ada suara check sound di dalam gedung bawain lagu apaan, kami ikutan nyanyi juga di luar. Seru sih sebenernya.. Tapi umur gak bisa boong, mayan juga capek berdiri doang, apalagi ramean gitu kan pasti ada yg keringetan terus bau badan :((

19:00 pintu dibukaaaaa... Gilak ini pintu kaca serem banget pada berebutan masuk, sampe dorong-dorongan, untung aja gak pecah tuh pintu. Begitu masuk gedung, langsung sprint ambil posisi paling depan. Hore dapeeeeettt... Meski gak tengah persis, rada mencong dari mic, tapi depan gue pagar pembatas. Seneng bangeeett.. Berdiri lagi tapi kurang lebih 2 jam. Terus ada beberapa puluh orang yang di festival disuruh maju buat menuhin Rock Pit. Lucky Bastard...

21:00 KONSER DIMULAAAAIII!!!

1. Fuc*in In The Bushes
2. Rock N Roll Star
3. Morning Glory
4. Greedy Soul
5. Paper Crown
6. Bold
7. For What It Worth
8. Soul Love
9. Some Might Say
10. Slide Away
11. Come Back To Me
12. You Better Run
13. Be Here Now
14. Live Forever
15. Cigarettes and Alcohol
16.Wonderwall

Kalo elo pernah nonton konser Oasis, pasti udah familiar sama opening song-nya. Antara ini atau Swamp Song (biasanya di formasi yg lama ini jadi lagu pembuka). DAN YANG DITUNGGU TELAH TIBA... ADA LIAM GALLAGHER DIDEPAN MATA GUAAAAHHH: "Hello Jakarta... Rock N Roll Staaaarr"

Gilak lagu pertama langsung dihajar Rock n Roll Star begini, badan gue gak bisa diem lompat sana-sini, teriak-teriak nyanyi kayak bocah sugar rush.. Tanpa dikasih napas, lanjut Morning Glory, meriah banget paraaaaahh...

Tensi rada turun di 4 lagu berikutnya, lagu dari album "As Your Were", puncaknya pas bawain lagu Beady Eye "Soul Love", mendadak gak gemuruh penontonnya, kayaknya didominasi sama fans Oasis album Whats The Story Morning Glory :))

Baru mulai naek lagi pas bawain Some Might Say, rame tuh Slide Away juga. Meskipun di selingin lagi sama 2 lagu baru, gue mah teriak-teriak mulu sama beberapa orang di sekitaran gue. Orang udah ngapalin dari 3 bulan sebelumnya, kan sayang langganan Itunes sebulan 49rebu kalo gak dengerin :D

Pas bawain Live Forever, ada 1 penonton colongan naek keatas panggung, terus cium kaki-nya Liam, dan meluk, sebelum di ciduk sama security. Sampe segitunya ya. Mirip sih sama gue, dulu di kamar ada poster Oasis gede banget, tiap hari gue "sembah" -__- Ini orangnya ada didepan mata gue persis. Gilaaaakk..

Sempet bikin gimmick keluar panggung (gue sih tau ini skenario doang, karna di beberapa konser di kota lain begitu juga), penonton seperti biasa teriak-teriak "WE WANT MORE.. WE WANT MORE!!", gak lama kompak nyanyi "Some day you will find me.. Caught beneath the landslide.. In a champagne supernova in the sky.. Someday you will find me.. Caught beneath the landslide.. In a champagne supernova..A champagne supernova in the sky".

Tiba-tiba Liam keluar bawa bendera Indonesia!! Kereeenn..
Gambar diambil dari print screen youtube, hasil search google
"No, no, I'll play champagne supernova when I go back to Indonesia!! Nice flag by the way.. Now this song called cigarrete and alcohol.."

Langsung rame lagi, orang pada lompat, gue nyanyi sekerasnya, karna tau ini bakal 2 lagu terakhir. Di tambah lagi, ini lagu pernah gue bawain waktu pensi di SMA 14 dulu, sekitar tahun 1999. Gue jadi vokalis, dan berlagak kayak Liam, lengkap dengan kemeja lengan panjang, kecrekan, dan aqua botal -__-

Finally, lagu terakhir, lagu Oasis sepanjang masa deh pokoknya. Kayaknya gak akan lekang oleh waktu, dibawain secara akustik... WONDERWALL.. Ditutup dengan penonton yang sekali lagi naik panggung dan meluk Liam dengan sangat erat.. Hey Man, We Love You Liam Gallagher :*

Jam menunjukkan pukul 22:15, time to go home, karna ada Big Match Liverpool Vs Manchester City, yang sempet di singgung juga sama Liam sebelum bawain For What It Worth: 'Is theres a scousers here? This song for you". Eh dia yang kalah, sukurin :))

Sepanjang perjalanan pulang, masih gak habis pikir, bisa nonton Liam Gallagher langsung di depan mata gitu. Buat yang udah kenal gue lama, dan pernah maen ke rumah, pasti tau di kamar itu poster-poster yang nempel ya Oasis aja. Sejak SMP, sejak minjem di rental VCD, "OASIS: THERE AND THEN", dan ada adegan mereka bawain lagu Live Forever, dan di tengah lagu tiba-tiba keluar poto John Lennen segede gaban di belakang panggung, terus Liam "sujud" ke poto itu...

SUDDENLY FALLIN IN LOVE..

Dengan karismanya,
Dengan gaya manggungnya,
Dengan caranya bereaksi,
Dengan kegilaannya,
Dengan pemberontakannya,
Dengan kecuekannya,
Dengan ke-cool-annya.

I Wanna Be Like Him Actually. He Is My "Prophet".

Makasih, makasih banyak bagi siapapun yang berjasa atas terselenggaranya Liam Gallagher Live In Jakarta...

I Am Blessed..

Rabu, 24 Januari 2018

Film Review: The Greatest Showman

SPOILER ALERT!! Bagi yang belom nonton, jangan baca tulisan ini ya!!

Sesekali boleh ya nulis rada serius di blog.

Beberapa minggu yg lalu, ada film hollywood judulnya The Greatest Showman. Liat di trailer bagus banget mulai dari musik, pencahayaan, sampe ada sirkus. By the way, gue cukup suka pertunjukan sirkus. Jadi, gue udah pasti nonton meskipun gak tau jalan ceritanya bakal kayak gimana.

BAGUS BANGET TERNYATA.

Salah satu alasan bagusnya, karna tokoh utama, Barnum, di film ini mirip sama kisah hidup gue sekarang. Kecuali dia istrinya gak bekerja, sama dia kaya raya sih, eh dia ganteng juga. Banyak juga gak miripnya ternyata -___-

Diceritakan, Barnum ini adalah anak penjahit langganan dari seseorang yg kaya raya. Dari kecil, Barnum udah ikut Ayahnya, dan mulai jatuh cinta dengan anak orang tersebut. Setelah Ayahnya meninggal, Barnum kerja jauh dari anak perempuan tersebut, dan mereka berkabar melalui surat.

Sampe pada waktunya tiba, Barnum punya penghasilan dan akhirnya melamar wanita tersebut, dengan bapaknya melepas anaknya sembari berbisik: "Dia akan balik lagi ke saya, karna tidak akan kuat dengan hidup kamu yang pas-pasan!!".

Singkat cerita, hiduplah mereka di sebuah apartemen yang tidak mewah, dengan kedua anak perempuannya, lalu Barnum berhenti bekerja karna perusahaannya bangkrut. Bermodalkan uang pinjaman dari bank, Barnum membeli sebuah museum, untuk merintis bisnis dari nol. Ternyata gagal, sampe suatu malam anaknya memberikan inspirasi: "Gimana Ayah? Hari ini berapa orang yg beli tiket ke museum? Ayah, orang itu tertarik sama sesuatu yg bergerak, bukan benda diam seperti yg ada di dalam museum kita".

Dari situ Barnum bikin ide untuk bikin sirkus dengan mengumpulkan orang-orang "berbeda". Dan ternyata meledak!! Bisnisnya laku keras, semua orang pada nonton. Barnum memperbaiki kehidupan keluarganya dengan membeli rumah yang besar (seperti rumah mertuanya yg pernah meremahkan dia). Semua tampak sempurna hingga pada 1 titik, Barnum merasa ini semua belom cukup untuk memenuhi ambisi dia, memenuhi ego pribadi dia. Dimana sejak kecil, selalu hidup miskin dan dihina orang lain. Dia mau orang-orang memandang dengan penuh hormat.

Dan dia melihat peluang untuk membuat pertunjukan salah satu penyanyi wanita terkenal dari Eropa. Dan kembali laku keraaasss.. Nama Barnum dan penyanyi wanita tersebut terkenal seantero Amerika dan Eropa, mereka melakukan tur berminggu-minggu. Barnum sampai harus meninggalkan istri dan kedua anak perempuannya demi memenuhi ambisinya tersebut.

Sampe pada satu momen, selesai pertunjukan, sang penyanyi wanita "menggoda" Barnum untuk selingkuh. Saat itu, Barnum langsung berpikir: "Ngapain ya gue begini??!! Bukan ini yg gue mau!!", akhirnya putuslah kontrak antara sang produser dan penyanyi tersebut. Di saat yg sama, tempat sirkusnya yg tidak disukai penduduk setempat, juga mengalami kebakaran hebat. Barnum bangkrut.

Akhirnya, semua men-support Barnum, untuk kembali membuat sirkus tersebut dari awal, karna sirkus itu yg sudah memberikan segalanya bagi dirinya. Dan kembali meluangkan banyak waktu kepada keluarga, dengan kehidupan yg sederhana seperti dulu.

Kira-kira begitu gak sih review-nya buat yg udah nonton? :D

Kenapa mirip sama kehidupan gue, ini si Barnum?
1. Barnum nekat menikahi wanita yg dicintainya, tanpa materi yg berkecukupan,
2. Istri Barnum merupakan wanita hebat, meski dinikahi lelaki yg pas-pasan, tapi tetep mau karna yakin masa depannya akan baik bersama lelaki tersebut,
3. Punya 2 anak perempuan,
4. Merintis usaha dari nol,
5. Sama-sama tau, kalo hal terpenting di dunia itu ya keluarga, bukan ketenaran dan ambisi serta ego pribadi, untuk pembuktian diri,
6. Sisanya mah di mirip-miripin aja :))

Film tersebut membuat gue berpikir, sebenernya kita hidup harus gimana sih?

Gue bersyukur menikah sama Dewa, karna kami punya cara pandang yg sedikit berbeda.
Gue anak bungsu, dari kecil, udah ngerasain hidup berkecukupan. SMP beli sepatu basket Shaquille Oneal terbaru di Athlete's Foot udah biasa itu mah. SMA kemana-mana naek mobil (meski bukan milik sendiri). Pas kuliah baru mulai hidup pas-pasan, karna menurun keadaan ekonomi, kosan cuma 2 juta per tahun. Dimana banyak temen yg kosannya per bulan aja 500ribuan. Makan secukupnya di warung nasi, maksimal 10 rebu, karna duit disisain buat patungan lapangan sepakbola/futsal aja.
Dewa anak sulung, dari kecil, dia justru kebalikan daripada gue, justru hidup pas-pasan. Dia cerita dulu waktu SMP dia sepatunya diledekin mulu karna paling murah. SMA kemana-mana naek angkot. Pas kuliah baru mulai meningkat hidupnya berkecukupan. Kosan bagus di daerah Dago, kalo makan sama temen-temennya juga ke tempat yg sekali makan diatas 15 rebuan. Sering nongkrong di tempat-tempat hits Bandung.

Sehingga output dalam memandang materi juga jadi berbeda kami berdua.

Karna gue yang tadinya diatas, jadi dibawah, terkadang cukup pasrah aja sama keadaan saat itu. Kayak yang: "Yaudahlah, bisanya cuma makan warteg, ya warteg aja.. Kalo ada duit lebih, boleh deh sesekali makan di Hokben". Ya mungkin karna gue udah merasa puas kali ya hidup berkecukupan dari kecil, terus tiba-tiba jatuh, jadi pasrah aja. Cukup syukur, lebih alhamdulillah.
Dewa sebaliknya, mungkin karna dari kecil dia ngerasain gimana gak enaknya hidup pas-pasan, ada dibawah, dan semakin besar semakin naik keatas, dia gak mau ada di dalam situasi yg sama kayak dulu lagi. At least kalo gak lebih baik, seenggaknya tetap di kondisi berkecukupan. Buat Dewa, kalo kita bisa hidup berkecukupan dengan berusaha lebih baik, kenapa hidup pas-pasan aja udah merasa cukup?

Adia masih dibawah 3 bulan, numpang di rumah mertua daerah Pulogebang, badan kayak babon itu gede bener





Gue emang gak ambisius banget sama yg namanya materi. Gak pernah terpikirkan sama gue, misalnya jadi orang terkaya nomor 1 se-Indonesia. Menurut gue buat apaan kayak gitu? Mau dibilang apaan sih? Mau dianggap apa sama siapa? Kalopun suatu saat ternyata kejadian, ya berarti itu bukan karna ambisi untuk membuktikan diri kepada siapapun. Gue gak hidup buat mereka.

Gue sering bener dulu berantem sama Dewa masalah ini, guenya terlalu (terlihat) santai, puas dengan kondisi yg ada, gak mau beranjak dari Comfort Zone sampe pada satu momen, Dewa bilang begini:

"Bun, aku juga gak ambisius kaya raya, males jadi sorotan orang-orang, tapi dengan punya materi yg lebih dari cukup, kita bisa ngasih banyak pilihan buat keluarga ini. Kalo Adia mau sekolah kedokteran, yg biayanya paling mahal, kita bisa sediain. Kalo Carra mau kuliah overseas, kita juga bisa fasilitasi dia dengan pilihan tersebut. PILIHAN Bun. Punya uang lebih itu untuk kita bisa punya banyak pilihan".

DEG. Iya juga.

Meskipun gue gak menyesali keadaan ekonomi orangtua yg menurun waktu gue kuliah, tapi kalo dikasih pilihan, pasti lebih milih kuliah di Aussie misalnya. Atau kalaupun di UNPAD, kosannya yg bagusan dikit, gak yg atapnya kebuka, kalo berak lagi ujan mesti pake payung :))





Kalo gue belom menikah, mungkin ya gak papa gue masih mikir begitu. Toh hidup sendiri aja gak ada tanggungan.
Tapi kalo udah menikah, ya gak bisa gitu lagi. Makanya gue merasa bersyukur menikah sama Dewa, sering berantem sama dia, tapi bikin pemikiran gue juga berkembang.

Dulu gue gak dikasih pilihan..
Sekarang gue harus bisa ngasih pilihan...
Buat mereka..

HAPPY 8th WEDDING ANNIVERSARY
DEWA AYU PUTU NOVITA ANGELIA

Selasa, 23 Januari 2018

#TheAkbarsTravel Lombok Trip

Seperti beberapa trip sebelumnya, rencanain ke Lombok ramean itu udah dari awal tahun, waktu gue mendaftarkan diri ikutan Lombok Marathon 2017, dengan target mecahin Personal Best di 3:50:26. Udah latihan rada berat kan.. Semua menu dilahap sampai tuntas...

Eh...

Race-nya di undur -___-

Karna saat itu Gunung Agung di Bali lagi erupsi terus, sehingga mengganggu jadwal penerbangan. Bandara di Bali-Lombok harus buka-tutup karna abunya mengganggu pandangan. Sempet marah, membayangkan betapa waktu dan usaha gue selama latihan hilang gitu aja, tanpa hasil. Tapi setelah dipikir-pikir, ngapain juga marah cuma buang-buang energi. Lagian masalah gue juga cemen, gak jadi ikutan race doang. Coba bayangin gimana nasib masyarakat yang terkena dampak langsung dari erupsi tersebut. Jadi akhirnya terima aja nasib, panitia pun bilang alasannya untuk keselamatan para peserta, takut menghirup abu vulkanik yang tentunya berbahaya untuk tubuh. Yoweslah, di undur jadi tanggal 28 Januari 2018, dan gue terpaksa gak ikutan, karna udah keburu ngambek. Pppfftt..

But the show must go on.. Tetep berangkat ke Lombok..

DAY 1

Naek pesawat paling pagi. Karna kami budget family, maka naek pesawat murah juga :)) Seperti yang udah gue posting di social media, selama naik Lion Air, gak pernah bermasalah loh. Selalu tepat waktu, mungkin emang lagi beruntung aja apa ya? Karna kan gue sendiri juga jarang naek pesawat. Pernah denger banyak kasus orang naek Lion Air tapi bangkunya udah ditempatin orang, padahal nomornya sama. Gak ngalamin juga, malah enak pas web check-in, bisa milih tempat duduk sendiri, tanpa biaya tambahan. So, selama ini Lion Air sih oke aja buat gue. Hehe.

Nyampe Lombok International Airport itu sekitar jam 08:30. Terus gue bingung, koq bandaranya sepi bener, gak kayak Ngurah Rai di Bali misalnya. Ternyata eh ternyata, jam 09:00 Bandara kembali ditutup!! Gokil pas bener. Ada temen yg mau naek pesawat menuju Jakarta di jadwalnya jam 10:30, di reschedule. Kalo kata banyak orang, beruntung ini udah jadi kelebihan dari hidupnya Dewa. Berarti beruntung juga dong ya dia, bisa nikahin gue. Hhhhmm..

Sampe disana udah dijemput oleh Bang J. Oh ya, disana kami menggunakan jasa dari travel @trip_murah_bali_lombok bisa cek di Instagram atau nomor 081703739000. Gue sih sangat seneng sama pelayanannya, jadi sangat merekomendasikan kalo pada ke Lombok pake mereka aja. Rencana cuma 2 hari aja pake travel begitu, 2 hari pertama biar puas explore, sisa 3 harinya di Mataram aja leyeh-leyeh. Tapi karna Lombok Marathon 2017 gak jadi, ya 3 hari deh mengandalkan mereka dibawa kesana-kemari..

"Kemana dulu nih kita Bang J? Naro barang dulu di hotel?"
"Gak usah Paaakk.. Hotelnya jauh. Nanti aja check-in sekalian istirahat malem"

Yah -__- Sebagai orang yg perhitungan, sebenernya rugi juga denger Bang J ngomong begitu. Kayaknya sayang aja gitu nginep di hotel, masuk baru malem kan. Waduh, waduh,  #KataTemenGue kebiasaan sebelum nikah jangan dibawa-bawa kalo udah nikah. #KataTemenGue kan mayan itu 6 jam bisa berapa kali. Ckckckck. Jangan ikutin temen gue itu ya guys, gak baik.

Tapi okelah. Percaya aja.

Tujuan pertama ke Desa Suku Sasak. Kayaknya emang di design sedemikian rupa buat para turis yang baru dateng dari Bandara. Penghasilan utama Suku Sasak itu dari merajut kain. Cewek wajib bisa kalo mau menikah. Cowok juga bisa. Gile, gue sama Dewa nyobain bikin, susahnya minta ampun. Koq pada sabar ya bikin begituan -_-

Disini juga kita bisa pake baju adat Suku Sasak.. Lengkap dengan rumah adatnya segala. Karna udah termasuk paket, udah gak bayar apapun, gak tau deh kalo trip sendiri kayak gimana. Enaknya pake travel ya gitu deh, tinggal duduk manis doang semua diurusin :P Abis puas poto wajib kalo ke Lombok, seperti biasa, para turis langsung ditawarin untuk beli kain. Maaf ya Bapak-Ibu, ini kain bagus koq bener, tapi tujuan kami ke Lombok bukan mau belanja beginian, umur kami masih early 30 by the way :)


Lanjut wisata budaya kedua, kembali mengunjungi desa adat, kali ini ke Desa Sade.. Yang menarik dari Desa Sade, meskipun semua beragama Islam, tapi ada budaya yg berbeda, kalo muda-mudi ingin menikah. Jadi calon pengantin perempuan harus diculik dulu oleh calon pengantin lelaki, seru abis. Kalo udah melalui proses tersebut, udah wajib harus dinikahkan, meskipun orangtua tidak memberikan restu :)) Tapi rada kurang sreg sih, di Desa Sade, perempuan umur 18 tahun kalo belom menikah dibilangnya perawan tua. Dan mereka rata-rata menikah sama sepupu sendiri untuk mempertahankan tradisi keluarga. Jadi mikir-mikir, buset kalo gue nikah sama sepupu sendiri -__- Tapi ya namanya budaya mereka sendiri, selama yang mereka percaya itu baik, silahkan aja.


Udah masuk jam makan siang, jadi kami memutuskan untuk anak-anak pada makan dan istirahat dulu, makan dimanapun dilewatin. Eh, ada Warung Padang, berenti dulu dah. Jauh-jauh ke Lombok wisata kulinernya Padang lagi, Padang lagi. Udah pada kenyang, mari lanjuuuutt..

Kali ini ke Pantai Tanjung Aan. Ya Allah masih siang ini panas bener, Kakak Adia udah langsung basah-basahan aja. Sedangkan Adik Carra si anak jijikan gak mau ke pasir kalo pake sendal, karna geli ada pasir-pasir masuk. Tapi kalo nyeker gak papa. Bisa gitu ya.



Pantai yang bagus untuk start di hari pertama.. Ya buat gue sih semua pantai bagus-bagus aja ya, namanya jarang mantai :)) Persis di sebelah Pantai Tanjung Aan, ada Bukit Merese. Jalan kaki kesana rada berat juga karna jalanan tanah dan berbatu. Tapi dengan sedikit provokasi, anak-anak gak ada yang minta gendong. Horeeee.. Gak jadi encok.. DAN INI VIEW-NYA THE BEST BANGET SIH ASLI.


Karna rada capek naek ke Bukit Merese, dan udah masuk sore hari, gue pikir kan udah nih tinggal balik ke hotel.. Eh, ternyata ada 1 tujuan lagi -__- Bener-bener gak dikasih kendor sama Bang J.

Poto pertama gue di bandara, dengan latar Pantai Mawun. Dan itu adalah tujuan kita sore ini. Dan menurut gue ini pantai terbagus kedua, setelah Pantai Batu Karas (karna ada mushroom-nya aja sih) :D Mirip banget, pantai terpencil gitu, gak ada sinyal internet. Masuk kesana juga lewatin bukit-bukit, masuk ke hutan segala. Baguuuusss..




Akhirnya gue nemenin anak-anak basah-basahan deh disini, karna emang udah lama banget gak maen menunggu ombak gitu bareng sama mereka. Gak ada pantai di Depok kan -__-

Abis pada bebersih, akhirnya Bang J bilang kita menuju hotel setelah dari Pantai Mawun. Alhamdulillah, meski rugi kan tuh sekitar 6 jam booking hotel tapi di luar mulu. Di perjalanan, mampir dulu ke toko oleh-oleh karna sekalian lewat, lanjut makan malem Ayam Taliwaaanngg.. Akhirnya makanan khas Lombok... Bye dulu ya rendang tadi siang, geser dikit di lambung.



Fiiiuuhh.. Akhirnya bisa selonjoran.. Hari pertama yang padat merayap kayak di Tol Jorr hari Sabtu..

Bisa cek juga tulisan Dewa -> Akhirnya ke Lombok Hari Ke 1

DAY 2

Hari kedua, rencananya adalah seharian penuh kami maen ke Gili Trawangan, snorkeling!! Untuk pertamakalinya balik ke laut lagi, setelah gue sama Adia udah bisa berenang. Keinget banget dulu waktu honeymoon sama Dewa ke Pulai Sikuai, gue snorkeling gak berani. Meski pake pelampung, tapi tetep aja ngeri. Kali ini beraniiiiiiiii.. Apa lu..

Pelabuhannya deket dari hotel, masih sama-sama di daerah Senggigi, jadi enak santai bisa sarapan dulu, meski trip-nya dimulai jam 10:30 perahu berangkat dari Gili Trawangan menuju spot-spot snorkeling. Dari Pelabuhan Senggigi, nyebrang ke Gili Trawangan bareng sama masyarakat. Seruuuu..

Nyampe di Gili Trawangan udah tinggal nunggu perahu yg membawa rombongan buat snorkeling. Jadi ada sekitar 15 orang. Dan gue sama Dewa doang yang bawa anak-anak :)) Awalnya sempet ngeri juga ini bareng rombongan gini. Dulu pernah ke Karimun Jawa, private trip aja karna takut nanti Adia kenapa-kenapa, terus jadi ganggu rombongan lain. Untung sekarang Adia-Carra baik-baik aja, dan ternyata mereka bisa ngikutin bareng-bareng ramean gini. Salah satu yg perlu di syukurin: Punya anak gak rewel di berbagai keadaan :*








Gak banyak mengabadikan momen, karna ribet kalo pegang HP atau kamera, jadi seadanya aja. Yang pasti, rombongan dibawa ke sekitar 4 spot buat snorkeling. 2 sebelum makan siang (di salah satu Gili), 2 setelahnya. Gile, meskipun udah bisa berenang, dan pake pelampung, masih rada ngeri juga. Apalagi di salah satu spot, dimana ombak gede bener, dan gue juga mesti ngurusin Adia di laut, kami pun terombang-ambing terbawa ombak. Jadi mikir-mikir lagi nih mau ikutan Triathlon, gimana itu caranya berenang di Open Water dengan ombak kayak begitu ett...

Balik ke Senggigi bareng lagi sama perahu bareng masyarakat. Ada yang bawa motor, sayur segala. Coba deh buat warga urban, enakan macet-macetan di dalam mobil, apa kalo mau kerja harus nyebrangin laut dulu dimana cuaca suka gak menentu? :P

Nyampe pelabuhan langsung pada nagih naek delman. Karna di Gili Trawangan naek delman begini masa' 200rebu. Gilak kali. Ini aja cuma 20rebu. Emang pulau buat turis sih, mahal-mahal bener disana.


Perjalanan di hari kedua ditutup dengan nyobain Sate Rembiga, sate khas Lombok. GILAK INI ENAK BANGET. Gak pake bumbu apa-apaan, sate doang. Gak pake kacang, gak pake kecap. Sama nasi doang enaknya Subhanallah.. Tambah porsi bodo amatlah ya mumpung lagi disini. Karna Sate Rembiga belom ada di Jakarta.







Malem rencana mau cari makan di sekitaran hotel... Rencana tinggal rencana, pada tepar, akhirnya ke restoran di hotel aja. Makan kentang goreng sama pizza. Makanan teraman bagi 2 anak ini, karna pasti dimakan. Jauh-jauh ke Lombok makannya itu-itu juga -__-

Bisa cek juga tulisan Dewa -> Akhirnya ke Lombok Hari Ke 2



DAY 3

Minta di jemput sama travel rada siangan aja, jam 11an gitu. 2 hari kemaren Bang J yang bawa kami jalan-jalan, karna hari ke-3 dadakan, jadi driver-nya ganti deh ke Pak Hatta. Rencana awal sebenernya hari ini emang gak kemana-mana. Cuma ambil Racepack buat gue Marathon, terus istirahat aja di Mataram. Tapi karna Race-nya diundur, jadinya jalan-jalan lagi deh dianterin Pak Hatta. Tapi sebelumnya, nikmatin dulu fasilitas hotel biar gak rugiiii...

Hotelnya bagus (liat di blog Dewa aja ya dia review 2 hotel yg kami tinggalin tuh), ada Kids Club, Private Beach, Swimming Pool-nya juga luas bisa dipake bayi sampe dewasa kedalamannya. Dan di Senggigi itu jarang banget hotel yang penampakannya ke atas berbentuk gedung gitu, vertikal. Kebanyakan kayak hotel ini, horizontal. Dari kamar ke kamar harus jalan kaki. Dan baru tau pas mau pulang, ternyata mereka nyediain fasilitas antar-jemput di kamar naek kayak mobil golf gitu. Yaaahh. Tapi gak papa, jalan kaki kan olahraga juga. Masa' lari di road/track mulu kan. Atau olahraga "ganda campuran" sama Dewa mulu. Biar variasi.







Puas menjelajahi fasilitas hotel, dijemput deh sama Pak Hatta. Pengen ke Bukit Simbalun, kaki gunung Rinjani, tapi ternyata jalanannya lagi longsor, jadi batalin. Dan kami memilih untuk ke air terjun, meski ada tawaran ke Pink Beach. Tapi masa' pantai mulu kan, gak gitu juga-lah mentang-mentang norak anak Depok kalo liat pantai..

Nama air terjunnya Benang Kelambu dan Benang Stokel, 2 tempat ini ada dalam 1 wilayah. Kesananya jauh juga ternyata -__- Anak-anak mulai bosan di mobil. Akhirnya mampir di jalan buat makan Sate Bulayak. Sebenernya ini sate biasa aja, gak begitu gede. Mirip sate-sate kulit gitu. Daging ayam, tipis-tipis. Tapi yg bikin beda ya Bulayak sama saosnya. Bulayak itu kayak lontong tapi dibikin pake apa gitu. Saosnya juga kacang tapi rasanya beda. Kalo mau pedes, ada irisan cabe ijo. Karna kecil, abis berapa tusuk tuh makan berempat. Maruk.

Udah maintain expectation, karna itu hari Sabtu, pasti bakal rame banget tempat wisata kayak kan biasanya. Eh ternyata enggak loh, alhamdulillah. Kalo kata Pak Hatta sih karna kemungkinan wisatawan pada gak bisa masuk Lombok karna bandara buka-tutup. Beruntung lagi. Love You Dewa..

Karna perjalanan dari parkiran mobil ke air terjun lumayan juga membelah hutan. Harus naek ojek gitu, jalanan tanah dan berbatu. Kata guide yg merangkap ojek, kalo lagi rame, jalan kaki aja bisa macet saking penuhnya. Edyan. Untuuuunngg aja.



Yang diatas itu Benang Kelambu. Disini juga ada kolam renangnya asli dari air terjun. Sempet berenang sama Adia juga, tapi karna dingin bener, 5 menit aja ya anak-ku, nanti Ayah masuk angin :))





Disini Carra nyerah di akhir perjalanan, karna medannya rada berat, coba aja liat poto di bawah ini. Tangga curam gitu buset. Tapi untungnya guide-nya responsif dan menawarkan buat nge-gendong setelah ngeliat gue muka kelelahan. Aduh Mas, makasih ya, saya kasih tip goceng deh..


 Lanjut ke Benang Stokel, naek motor lagi membelah hutan, dan jalanan tanah-berbatu. Gue masih bayangin itu gimana kalo lagi rame yak. Gak nyaman banget pasti.


Asli kesini capek banget, kaki pegel. Gue rencana mau Marathon sendiri di Mataram, gimana ceritanya ini???!!

Hari ketiga ditutup dengan salah satu kuliner khas Lombok lagi: Nasi Balap Puyung. Abis itu capek ah, langsung balik ke hotel aja. Btw, udah dibahas juga di review hotel tulisan Dewa. Gue seneeeenng banget sama hotel di Mataram ini. Karna awal tahun waktu booking, gue nulis notes buat disiapin es batu buat rendeman di bath tub abis Marathon. Eh, pas check-in diingetin dong sama Mbaknya. Keren-lah. Jadi mau cium Mbaknya :*

Bisa cek juga tulisan Dewa -> Akhirnya ke Lombok Hari Ke 3

DAY 4

HARUSNYA HARI INI GUE BISA DAPETIN PERSONAL BEEEESSTT :((

Udah niat mau cari rute 42,195km sendiri abis subuhan. Apa mau dikata, ternyata pagi itu Mataram diguyur hujan. Kebetulan pula badan gue pada pegel-pegel abis ke air terjun kemaren. Tapi karna udah telanjur dekat garis finish (sekitar 2,5km), tetep deh paksain kesana setelah hujan reda. Udah bawa sepatu segala kan, sayang gak dilariin, berat-beratin koper aja.





Poto diatas ini sebenernya masih ada 2 gaya lagi. Gue duduk di bangku depan tulisan itu, sama gue berdiri di depan bangku. Tapi so far 2 ini aja deh yg diposting yak. Itu juga udah nahan tengsin orang mondar-mandir naek kendaraan, gue tolak pinggang gini sambil ngadep ke tiang listrik dengan berbagai gaya -__-

Pulang dari sini sih yang ngehek. Kebetulan wilayah hotel  itu perkampungan Hindu. BUSET ANJINGNYA. GUE DIKEJAR 2 KALI!!

Padahal perjalanan ke Kantor Gubernur NTB ini sih aman, kan gue menjauh dari Hotel. Gilak pas pulang, sepanjang jalan ada anjing mulu. Ada yg jagain toko, ada yg liar. Tiap ada anjing, gue jalan, atau nyebrang, atau nunggu ada pedagang lewat bawa gerobak :))

Sampe akhirnya yg gue takutkan tiba. Untuk sampai ke hotel, gue harus melewati jalanan komplek. Yang artinya, bakal ada anjing penjaga rumah.. Pasti galak!! Ya Allah.

Gue akhirnya jalan kaki saat melewati jalanan ini, didepan ada 2 anjing lagi tiduran depan rumah, gue biasa aja jalan sambil ngomong dalam hati: "Jangan liatin, jangan liatin, biasa aja jalan". Aman. Fiuh.

TERNYATA HARAPAN PALSU!!

Di depan, tiba-tiba ada anjing keluar rumah, liat ke arah gue, terus gonggong. BGST!! Gak mungkin di lewatin, udah pasti dikejar, akhirnya balikkanaaaann... Grak!!. Gak ngerti dah, itu anjing murni gonggongin gue, atau dia kayak ngomong ke 2 anjing yg tadi: "WOY BRO!! GIGIT ITU ORANG!! BUKAN ORANG SINI DIA!! SIKAAAATT!!". Karna anehnya, 2 anjing yang tadi kalem lagi tiduran, tiba-tiba dia jogging dong ke arah gue :(( Karna refleks, ya gue sprint, eh mereka ikut sprint. BUSEEETT.. Di kejarlah gue. Sampe sekitar 50an meter, ada Ibu-Ibu lagi mau buka warung kaki lima, datang sebagai penyelamat hidup gue. Hanya bermodalkan sapu lidi, 2 anjing itu takut. Dan cemennya gue pas ada Ibu itu, langsung refleks ambil posisi di belakang badan beliau. Untung aja gak gue pegang pundaknya, disangkain maen kereta-keretaan nanti.

"Makasih ya Bu"
"Makanya Mas, jangan lari kalo ada anjing"
"Iya Bu", ya gimana, kan lagi lari pagi yak. Susye bener berarti gue kalo tinggal di Mataram dah, mau jogging doang. Tapi gak papa, namanya udah nyelametin nyawa, bebas aja mau ngomong apa ke gue. Mau ceng-cengin orangtua atau agama juga gak papa deh terserah..

Yang kedua dikejar pas udah mau nyampe hotel, jadi aman dah, itung-itung itu jaing jadi Pacer buat sprint.

Hari ini juga gak ada rencana apa-apa, karna kalo kata orang-orang, kami udah menjelajahi 80-90% tempat must visit di Lombok -__- Kecil bener dong berarti yak. Akhirnya setelah berenang di hotel, nyobain makan siang di Sop Buntut Istana Rasa (hasil rekomendasi banyak orang) yg walking distance aja ternyata.

Abis itu ke Epicentrum Mall naek Uber, nonton Coco di CGV. Sungguh penuh faedah kegiatan liburannya.





Nyampe hotel lagi udah sore, ngaso bentar. Abis itu bingung mau makan malam dimana. Karna gue sama Dewa jatuh cinta sama Sate Rembiga, maka abis itu random aja keluar hotel di depan ada banyak taksi, nanya Sate Rembiga yg enak dimana. Eh, sang driver yang bernama Pak Abdullah, langsung bilang: "Sini Bu, saya anterin ke tempat penemu Sate Rembiga!!". I LOVE YOU PAAAKK..

Ada cerita dikit. Ini namanya Sate Rembiga Hajjah Sinnaseh, (konon katanya) penemu sate rembiga di Lombok. Dulu, waktu Ibu ini membangun usahanya, dia ngontrak di tempat orang. Mulailah happening dan banyak orang dateng. Singkat kata, kontrakan pun dinaikkan bayarannya. Si Ibu gak mau bayar semahal itu, pindahlah beliau ke tempat (yang kami singgahi ini) baru yg masih tetanggaan juga, palingan cuma beda 50meter samping-sampingan. Ngerinya, sang pemilik kontrakan tersebut juga bikin Sate Rembiga!! Edan. Buat yang belom tau dan udah jadi langganan, kan bisa aja diambil sama pemilik kontrakan itu, karna lokasinya yg sama, dianggap belom pindah apa gimana. Bisnis memang kejam kawan :D Tapi ini jauh lebih enak daripada waktu hari pertama diajakin makan Sate Rembiga sama Bang J. Parah rasanya.



Bisa cek juga tulisan Dewa -> Akhirnya ke Lombok Hari Ke 4

DAY 5

Pulang tiiiimmee.. Pesawat sekitar jam 11. Kadang gue suka sama sifat Dewa yg spontan, kadang suka sebel juga. Tapi kebanyakan emang ide-idenya brilian. Kayak dia tiba-tiba nyeletuk pas perjalanan pulang ke hotel abis makan sate rembiga: "Pak Abdullah, Pantai Selong Belanak itu jauh gak sih dari bandara?", dalam hati gue, buset ini orang, masih sempet-sempetnya mau jalan-jalan lagi, udah mepet banget sama waktu terbang ke Jakarta. Pak Abdullah pake jawab deket pula -__-

Jadilah bangun lebih pagi buat sarapan dulu, baru berangkat dianterin Pak Abdullah ke Pantai Selong Belanak. Tak dinyana, ternyata pantainya baguuuusss.. Menurut Dewa lebih bagus daripada Pantai Mawun. Emang sih lebih banyak seru disitu. Tenda lebih banyak, bisa belajar surfing segala, ada bule bikinian. Akhirnya basah-basahan lagi dah tuh anak-anak.. Sebelum memutuskan ke sini, gue udah bilang sama Dewa: "Bun, kalo ke pantai lagi nanti ribet, anak-anak basah-basahan lagi. Terus lengket kan kena air laut, nanti gimana..", Dewa dengan sigap: "Nanti aku siapin semua, kamu tenang aja". Itulah kenapa gue makin cinta tiap hari sama dia, ngasih ide-ide spontan tapi mau nanggung segala risikonya :*







Deg-degan takut terlambat ke pesawat, akhirnya gak begitu lama disana, beberes terus cabut ke bandara, untung gak telat dah. Tapi harus dipuji emang ide-ide dadakan Dewa begini, kadang seru juga, buat ngimbangin gue yg mau semua ter-jadwal dan kaku kayak jari dikasih tissue magic...





Time to go home. Alhamdulillah semua sesuai rencana, kecuali gue gak jadi ikutan Lombok Marathon 2017 :(( Gak keganggu sama erupsi Gunung Agung, bandara aman, tempat wisata sepi, makanan enak-enak, semua orang di Lombok ramah-ramah, dari mulai driver travel, staff hotel, sampe ke taksi juga semua oke.

Bisa cek juga tulisan Dewa -> Akhirnya ke Lombok Hari Ke 5

Dari dulu (sebelum menikah), sampe sekarang (setelah punya anak), gue selalu seneng pergi kemana-mana sendirian, karna emang enak aja bebas ngelakuin yang kita pengenin tanpa mikirin orang lain.

Tapi jelas, kalo disuruh milih, mereka bertiga ini merupakan Best Traveling Partner Ever dalam hidup gue. Mau situasi sesuai rencana, mau tiba-tiba ada yg sakit, mau tiba-tiba ada ide dadakan, selalu seru. Mungkin kalo pergi sama orang lain, gue bakal bete :D

Love You Girls...

Yuk ah kemana lagi... Ke Sawangan juga ayo aja dah.

"Traveling In The Company Of Those We Love Is Home In Motion" - Leigh Hunt