Kamis, 06 Agustus 2015

Skuad Liverpool Musim 2015/2016

Seperti musim-musim sebelumnya saat di-manajeri oleh Brendan Rodgers, Liverpool selalu bergerak cepat dalam bursa transfer pemain. Yang mengindikasikan beberapa. Bisa aja positif, untuk mempersiapkan tim lebih lama, atau justru negatif, merupakan pilihan yang terburu-buru karna panik?

Hanya Rodgers yang tau. Eh, sama Allah juga deng.

Musim ini, sementara Liverpool mengamankan sejumlah pemain, diantaranya:
Adam Bogdan (kiper)
Joe Gomez (bek kiri)
Nathaniel Clyne (bek kanan)
James Milner (gelandang multi posisi)
Roberto Firmino (forward multi posisi)
Danny Ings (striker)
Christian Benteke (striker)

Kalo ada yang pernah baca tulisan gue tentang Evaluasi Liverpool 2014-2015 ini, mungkin berpikir gue cenayang yang bisa memprediksi pembelian pemain, karna hampir 100% yang tertulis sesuai. Boro-boro. Wong dalam setahun, paling banyak gue cuma nonton 10 pertandingan tim lain selain Liverpool. Jadi analisa gue jelas terfokus di klub ini. Dan juga totalitas!! #saik

Diambil dari www.thisisanfield.com
Karna emang nyaris sesuai dengan apa yang gue evaluasi, seharusnya musim ini penampilan Liverpool akan jauh lebih baik dengan hadirnya pemain-pemain anyar yg dapat melengkapi kedalaman skuad yg ada, juga dapat menambah tajam formasi atau cara bermain yang Rodgers butuhkan. Dengan pemain yang ada tersebut, gambaran pemain inti sudah terlihat cukup jelas didepan mata, menurut gue akan seperti ini, bahkan masuk dengan beberapa skema yg Rodgers sering gunakan dalam 3 musim terakhir:

Mignolet
Moreno
Sakho
Skrtel
Clyne
Can
Henderson (c)
Milner
Firmino
Coutinho
Benteke

Mau coba beberapa formasi? Bisa 11 pemain ini jadi paketan-nya Rodgers:

4-1-4-1 (4-3-3 tanpa pivot)

Mignolet
Clyne Skrtel Sakho Moreno
Can
Coutinho Milner Henderson Firmino
Benteke

4-2-3-1
Mignolet
Clyne Skrtel Sakho Moreno
Can Henderson
Milner Coutinho Firmino
Benteke

4-4-2 diamond
Mignolet
Clyne Skrtel Sakho Moreno
Can
Milner Henderson
Coutinho
Firmino Benteke

3-4-2-1 (3-4-3)
Mignolet
Can Skrtel Sakho
Clyne Milner Henderson Moreno
Coutinho Firmino
Benteke

Sangat fleksibel. Mau maen ball possesion-pun ada duet Coutinho-Firmino yg bisa jadi pusat permainan. Mau maen direct football punya striker tinggi-besar tapi punya kecepatan seperti Benteke. Mau maen melebar juga Clyne-Moreno punya potensi sangat besar untuk overlapping dan melakukan crossing. Banyak pilihan yg bisa di utak-atik oleh Rodgers. Semoga bener, gak kayak musim kemaren. Utak-atik sih utak-atik, TAPI GAK GERRARD JADI STRIKER JUGA KALEEEEEE...

Ideal-nya, 1 tim dalam 1 musim membutuhkan minimal 25 pemain utama, apalagi bertarung di 4 ajang seperti Liverpool. Maka berikut adalah 13 pemain yang siap mengisi tempat untuk sekedar rotasi atau menggantikan 11 pemain inti yg cedera:

Bogdan (kiper)
Flanagan (bek kanan)
Joe Gomez (bek kiri)
Dejan Lovren (bek tengah)
Kolo Toure (bek tengah)
Lucas Leiva (gelandang bertahan)
Joe Allen (gelandang tengah)
Jordan Ibe (winger kanan/kiri)
Lazar Markovic (winger kanan/kiri)
Adam Lallana (gelandang menyerang)
Danny Ings (striker)
Daniel Sturridge (striker)

Kurang 1 pemain lagi adalah pemain tengah, yang sampai saat ini masih ada beberapa nama yg diisukan bergabung, paling santer Asier Illaramendi, untuk menggenapi 25 pemain utama Liverpool 2014-2015. Sisanya jual aja, atau dipinjemin. Meski masih berharap sama Ilori, Origi, Brannagan, dan jugaaaaa.. BALOTELLI!! Iya, gue #TeamBalotelli dan kayak ada feeling ini pemain bakal punya peran besar bagi Liverpool, at least kalo dikasih kesempatan 1 musim lagi. Mudah-mudahan deh. Padahal cukup menyeramkan juga duet BAlotelli-BEnteke. BABE. Anak betawi bener kan, ngeri.

Dengan skuad yang ada, cukup optimis seenggaknya minimal masuk UCL lagi musim depan. Cukup berat untuk menjadi juara karna tim lain juga saling memperkuat tim tanpa menghilangkan stabilitas. Liverpool beli pemain banyak, dan melepas salah satu pemain kunci musim lalu, Raheem Sterling, sehingga akan diperlukan sedikit penyesuaian agar dapat menjadi skuad yg menyeramkan. Jadi peringkat 2 menurut gue udah target ideal tertinggi untuk dicapai.

TOMORROW, ENGLISH PREMIER LEAGUE SEASON 2015-2016 BEGIN!!

LETS START THE WAAARR!!

YOU'LL NEVER WALK ALONE!!

Rabu, 05 Agustus 2015

Kelebihan-Kekurangan Alat Kontrasepsi

Karna tingkat kesibukan cukup tinggi (padahal sih males aja), posting di blog kayaknya jadi agenda bulanan :(( Maap yak.

Kali ini mau sharing sedikit ah buat temen-temen yg udah 17 tahun keatas, tentang alat kontrasepsi setau dan sepengalaman gue, kalo mau lebih detail, tanya sama orang yg lebih berpendidikan ya. Alat kontrasepsi yang gue maksud disini adalah untuk merencanakan kehamilan, sehingga tidak terjadi kehamilan diluar perencanaan, yang biasanya justru akan menjadi beban, bukan menimbulkan kebahagiaan. Amit-amit, semoga kalopun diluar rencana, tetep bisa bahagia ya semua, jangan malah jadi terbebani. Karna manusia cuma bisa berencana, tapi Allah yg berkehendak. #saik

Alhamdulillah gue sama Dewa dikaruniai sel sperma dan sel telur yg normal tanpa ada masalah sedikit-pun. Meski kayaknya sperma gue kebanyakan kromosom X hingga punya anak dua-dua-nya cewek. Bisa baca di Program Anak Laki-Laki (Gagal) yang pernah gue tulis deh. Cara-cara yang elu anjurin buat bisa dapet anak cowok udah gue lakuin hampir semuanya, jangan sotoy :D Poin gue bukan disitu. Poin-nya adalah, setiap kami gak pernah pake alat kontrasepsi waktu ML, pasti Dewa hamil. Anugerah yang sangat luar biasa. Adia lahir tepat 9 bulan setelah kami menikah. Carra diketahui keberadaan janin-nya 1 bulan setelah lepas pengaman. Alhamdulillah, itu yang harus kami ucapkan, karna gak semua pasangan seberuntung kami.

Terus kalo gitu gimana? Dengan intensitas ML kami yg cukup tinggi (gak perlu dikasih tau juga, daripada nanti lu pada stres, apalagi suami yg punya istri males. Dan jomblo yg masik nyetok sabun dikamar mandi, dan tissue disamping kasur. Pffftt), kalo gak pake alat kontrasepsi, mungkin hari ini udah punya 3 anak, dan Dewa dalam kondisi hamil anak ke-4, dan profile picture gue di social media akan begini semua taun depan:


Buat yang masih tabu ngomongin mengenai alat kontrasepsi sama siapa, gue coba sharing sedikit deh ya. Mungkin ada yg dianugerahi seperti kami juga, tapi bingung pilih yang mana. Karna menurut gue sama Dewa, kehamilan itu gak main-main, harus direncanakan dengan baik. Tetapi urusan kebutuhan ranjang juga bukan sesuatu yang dapat disepelekan dalam rumah tangga. Bisa menjadi sumber dari suatu perceraian. Istri males-malesan "ngelayanin" suami, suami cari perempuan diluar rumah untuk memenuhi kebutuhannya, kegep: "Kamu selingkuh dari aku!!". Lah, elu gak mau ngelayanin dengan baik, giliran suami dilayanin diluar, ngomel -_- Atau kebalikannya. Suami cuma mikir gimana biar dia ej*kulasi aja, tapi gak mikirin gimana kenyamanan istri saat dibujuk, saat pemanasan, saat intercourse, hingga dia org*sme. Bahkan kenyamaan setelah selesai, saling berpelukan, cerita, ketawa-tawa. Kalo istri disitu gak nyaman, terus nyari kenyamanan sama pria laen, terus kegep, kita yg ngomel minta cerai -_-Pe'a.

Biar semua-nya bisa berjalan selaras, kehamilan bisa direncanakan, pemenuhan kebutuhan selangkangan jalan terus, gue coba ngasih tau beberapa jenis alat kontrasepsi ya, diantaranya:

1. Spiral.
Yang gue ketahui, ini kayak semacam alat yang diletak-kan didalam v*gina, yang intinya mencegah sel sperma bertemu dengan sel telur. Dihalangin kayak maen galasin.

Kelebihan:
- Pasangan bisa ML seperti biasa, kapan-pun dimana-pun layaknya bulan madu,
- Tidak ada pressure bakal hamil, bebas keluarin didalem,
- Kulit ketemu kulit.

Kekurangan:
- Kayaknya lebih "menderita" di perempuan, karna bagian vital-nya diusik saat pemasangan,
- Ada yang bilang bisa mentok kayak ada dinding didalam v*gina,
- Ada masa kadaluarsa, artinya perempuan lagi yg merasakan kurang nyaman-nya saat alat itu di-refresh.

Risiko Gagal (bisa hamil): <10%

2. Pengaman (kondom).
Yang gue ketahui, bentuknya seperti balon (karet yg tentunya aman saat berada di area vital), dan di pasang ke seluruh bagian p*nis. Dari mulai kepala-nya, sampe secukupnya. Kalo yg ukuran anakonda, palingan gak sampe pangkal, cuma setengah batang udah mentok. *ngangguk-ngangguk sambil liat kedalem celana*

Kelebihan:
- Setelah melalui proses kehamilan-persalinan, perempuan bisa santai gak perlu pasang ini-itu,
- Pria bisa meningkatkan performa lebih lama (karna pengaruh "lapisan" tersebut),
- Bisa bermacam-macam variasi bentuk dan rasa (bergerigi, rasa strawberry).

Kekurangan:
- Harus selalu stok. Kalo gak ada, terus engas, ya harus cari cara lain,
- Gak kulit ketemu kulit, yg mungkin akan mempengaruhi kenikmatan ML,
- Kalo dipake kelamaan, bisa menimbulkan sakit pada dinding v*gina perempuan.

Risiko Gagal (bisa hamil): <10% dengan catatan kondom dengan kualitas bagus.

3. Pil.
Yang gue ketahui, Pil ini menekan hormon apa gitu di tubuh perempuan, sehingga mempersulit sel telur untuk melakukan reproduksi. Cara pake-nya biasa aja kayak minum obat, dan mesti rutin. Jangan ketuker sama pil koplo ya.

Kelebihan:
- Pasangan bisa ML seperti biasa, kapan-pun dimana-pun layaknya bulan madu,
- Tidak ada pressure bakal hamil, bebas keluarin didalem,
- Kulit ketemu kulit.

Kekurangan:
- Semua benda kimia yg masuk kedalam tubuh, pasti mempunyai efek samping,
- Susunan hormon didalam tubuh perempuan bisa terganggu keseimbangan-nya,
- Kemungkinan hamil bisa terjadi apabila dilakukan disaat puncak masa subur.

Risiko Gagal (bisa hamil): 40-50% apabila tidak mengikuti aturan-nya.

4. Suntik.
Yang gue ketahui, sedikit banyak mirip Pil diatas. Cuma bedanya, Pil itu lewat oral (mulut) suntik ya langsung ke badan. Kayaknya sama juga untuk menekan hormon tertentu didalam tubuh perempuan. Pake suntikan beneran ya, bukan suntikan beli di kang maenan depan SD, yg nyemprot aer.

Kelebihan:
- Pasangan bisa ML seperti biasa, kapan-pun dimana-pun layaknya bulan madu,
- Tidak ada pressure bakal hamil, bebas keluarin didalem,
- Kulit ketemu kulit.

Kekurangan:
- Semua benda kimia yg masuk kedalam tubuh, pasti mempunyai efek samping, apalagi disuntik kan sakit,
- Susunan hormon didalam tubuh perempuan bisa terganggu keseimbangan-nya,
- Kemungkinan hamil bisa terjadi apabila dilakukan disaat puncak masa subur.

Risiko Gagal (bisa hamil): 40-50% apabila tidak mengikuti aturan-nya.

5. Berdasarkan Tanggalan.
Yang gue ketahui, siklus haid perempuan itu 28 hari. Sekitar 10-12 hari pertama pembentukan kembali sel telur (dari sejak luruh), 3-4 hari berikutnya sel telur matang, apabila tidak dibuahi maka 3-4 hari berikutnya sel telur bersiap untuk luruh (masa-masa PMS). Terakhir 6-7 hari berikutnya sel telur luruh (ditandai dengan haid). Re-check lagi deh ya info ini. Dengan pengetahuan tersebut, bisa "diakali" kalo mau ML dengan aman tanpa khawatir hamil. JANGAN lakukan saat sel telur matang. Paling aman ya 1-2 hari setelah haid selesai, atau 1-2 hari sebelum waktu haid datang. Jangan pas haid juga, karna berbahaya untuk perempuan bisa terjadi banyak infeksi. Selain bau juga sih darah-nya kan :(

Kelebihan:
- Gak ribet mikirin mau pake alat kontrasepsi apaan,
- Cocok untuk pasangan yg tidak terlalu sering frekuensi ML-nya,
- Kulit ketemu kulit.

Kekurangan:
- Ngitung-nya harus cermat karna banyak faktor yg mempengaruhi menstruasi,
- ML harus sesuai tanggal yg ditetapkan. Kalo engas pas masa subur, ya harus cari cara lain,
- Kemungkinan hamil-nya cukup besar apabila salah perhitungan.

Risiko Gagal (bisa hamil): >50% dengan catatan tidak cermat dalam mengitung siklus.

6. Kelokur Dilokur.
Yang gue ketahui untuk cara ini, saat pria mau ej*kulasi, tidak "nembak" didalam dinding v*gina, tapi diluar. Bisa di perut, dipunggung, atau.. Mmmm.. Mulut??!! Atau.. Mmmm.. Muka??!! CIM? CIF? Silahkan di re-check, ada yg bilang, sel semen (yang keluar dari p*nis saat er*ksi, bentuknya bening lengket) pun sudah cukup untuk bisa membuat perempuan hamil. Tapi menurut gue sih enggak, itu cuma sebagai pelumas alami yang dihasilkan oleh pria. Cuma sel sperma (yg keluar saat ej*kulasi, warnanya putih kayak susu vanila) yg bisa membuahi sel telur. Kecuali ya, kecuali pas lagi ML itu sel sperma sempet keluar sedikit (ej*kulasi yg gak bisa ditahan), tapi si pria tetep bersikeras kalo dia belum "keluar". Boleh di re-check ya, gue gak punya pengetahuan medis disini. Berdasarkan pengalaman aja. Dan #KataTemenGue.

Kelebihan:
- Gak ribet mikirin mau pake alat kontrasepsi apaan,
- Pasangan bisa ML seperti biasa, kapan-pun dimana-pun layaknya bulan madu,
- Cocok untuk pasangan yg suka dengan adrenaline rush.

Kekurangan:
- Gak bisa orga*me bareng,
- Kalo elu edi tansil (ej*kulasi dini tanpa hasil) mending jangan sok-sok-an pake cara ini, kasian pasangan,
- Kemungkinan hamil cukup besar kalo telat cabut, atau pria-nya egois (sok tahan lama padahal udah ej*kulasi dikit)

Risiko Gagal (bisa hamil): >80% kalo pria-nya gak punya kontrol diri yang baik.

Apa lagi ya jenis yang lainnya? Sementara cuma ini doang pilihan yang gue tau. Dengan berbagai kelebihan dan kekurangan-nya tentu saja.

Kalo mau sharing lebih jauh, gue bikin sedikit sesi tanya-jawab dibawah ini, tentang hal-hal yg temen sering tanyain via japri, tentang alat kontrasepi, semoga bisa jadi masukan buat yang masih bingung mau pilih yang mana...

Temen: "Elu sama Dewa pake alat kontrasepsi apaan Gol?"
Gue: "Kondom"

Temen: "Kenapa milih itu dibandingin sama yg laen?"
Gue: "Kalo spiral, Dewa gak mau anu-nya diusik-usik setelah trauma pas lagi pemeriksaan dalam sebelum melahirkan Adia. Pil/suntik, nanti kalo gak cocok bini gue jadi gembrot atau kulitnya jerawatan, berabe dah. Gak berani tanggalan, karna cukup rancu konsepnya dan gak sesuai sama frekuensi yg kami perlukan untuk "berhubungan". Kelokur dilokur? Gue seneng org*sm bareng, jadi pasti itu bukan pilihan"

Temen: "Ih, emang enak anu lu dilapisin gitu? Kan gak kulit ketemu kulit?"
Gue: "Tetep bisa koq. Kan gue gak ML sama PSK, yg harus pake kondom sejak awal biar gak saling menularkan penyakit. Ini sama istri sendiri. Ya biasa aja dulu, kulit ketemu kulit, kalo dirasa udah mau on the way ke klimaks-nya barengan, baru dipasang. Dan kami dapat mengakhiri sesi tersebut sama-sama bahagia"

Temen: "Tapi kan ribet ya berarti harus stok mulu?"
Gue: "Iya sih itu salah satu kelemahan-nya. Di rumah harus siap sedia. Bahkan kalo traveling bareng sama Adia-Carra pun, pasti bawa itu di tas. Ada risiko mereka ngeliat dan nanya itu apa, tapi gampang-lah cari alasan. Jadi kalo dirumah gak ada stok, atau pas traveling terus engas, tapi gak bawa kondom, ya cari dulu. PR sih. Tapi konsekuensi-lah".

Temen: "Gak ngeri bocor lu emangnya?"
Gue: "So far sih merek D*r*x aman-aman aja gue udah pake selama 13 tahun ini. Eh, 5 tahun maksudnya"

Temen: "Ukuran gimana Gol? Ngaruh gak?"
Gue: "Buat gue sih iya, makanya gue kalo nyari kondom dari Kongo, biar ukuran sesuai sama anakonda"

Pasti banyak juga orang-orang yg anti sama Alat Kontrasepsi, menyalahi kodrat-lah. Atau yg paling sering muncul argumen-nya adalah, melawan takdir. "Kalo ditakdirin punya 10 anak, ya jangan disangkal dong!!", demikian. Ya boleh-boleh aja punya anak banyak, asal tanggung jawab ngurusnya. Karna kan itu titipan Allah. Gak asal ML, sperma-telur ketemu, hamil, melahirkan, terus ngapain? Gak bisa bayarin makan? Gak bisa bayarin sekolah? Gak bisa ngasih tempat berteduh? Hanya mengandalkan "Banyak Anak Banyak Rejeki"???!!!

Atau misalnya karna udah stop punya anak-nya, biar gak jadi lagi, ya sekalian aja gak usah ML. Eh buseeett... Yakin itu para lelaki setuju: "Okeh Sayang, kita gak usah nambah anak lagi ya, jadi kita gak usah ML lagi sampe kamu menopouse, dan aku udah impoten". Boong banget bisa nahan mah.

Jadi, masih mau ML dengan nyaman bersama pasangan, sekaligus merencanakan kehamilan?

Silahkan Pilih Alat Kontrasepsi Sesuai Kesepakatan Bersama.

Yuk kurangi tingkat kelahiran anak-anak yang tidak diinginkan. Diluar sana banyaaaaakk banget kasus aborsi yg dilakukan pasangan bandel yg belom menikah. Jangan ditambahin dengan kita yang sudah menikah, dan dijalur yang benar, tapi belum siap kembali punya anak karna "kecelakaan".

Njir gue nulis gini harusnya dibayar sama BKKBN nih..

Kamis, 18 Juni 2015

Mitos-mitos Menjadi Orangtua

Marhaban Ya Ramadhan!! Wuuiihh.. #saik ye gue kayak Ustad.

Di awal bulan suci ini, izinkan gue untuk menulis sesuatu yg mungkin membuat elu tersenyum kalo dibaca dengan hati yg terbuka, santai, serta inget kalo lagi puasa. Tapi bisa juga elu akan menganggap gue nyebelin, kalo dibaca dengan situasi tagihan kartu kredit membengkak, susah cari tempat buat batalin puasa yg aman, atau pula belum ML selama sebulan. Ya Allah kasian banget itu yg terakhir :O

Kali ini gue bakal mencoba menulis tentang mitos yak, yang tentu saja gue telah melalui ini semua, bahkan hampir semuanya merasakan. Jadi bukan ngomongin elu, yg ngerasa. Gak usah ge-er deh. Buat yg emang di situasi tersebut, buat bahan ngetawain diri sendiri aja. Yang belum mengalami, ini buat nakut-nakutin aja sih. Yang sama sekali gak mengalami, JELAS ELU SEDANG BERBOHONG.

Yuk ah.

Di jaman serba internet kayak sekarang ini, informasi tentang menjadi orangtua makin banyak sumber yg bisa kita cari referensi-nya, apapun. Bukan hanya informasi, tapi juga berkeliaran picture/image yg menggambarkan bagaimana menjadi Ayah yang ideal, Ibu yg didambakan, sebuah keluarga kecil yang (terlihat) bahagia. Bagaimana Menjadi Orangtua Yang Sempurna Bagi Anak-anak.

Tapi pada lupa, menjadi orangtua tidak-lah semudah itu. Banyak mitos-mitos "menyenangkan" menjadi orangtua, terutama yang sering ada di postingan social media, padahal kenyataannya ya gak gitu amat. Gue bakal ngasih salah 10 contoh-nya ya:

1. Hamil Aktivitas Berjalan Normal.


Ada yang suka ngeliat temen-nya posting Pregnancy Photo gitu kan ya di socmed? Muka sumringah, memperlihatkan bahwa mereka sangaaaatt bahagia. Tapi pada lupa, dibalik foto itu, sang istri harus membawa itu perut besar kemana-mana, gampang capek, gak bebas makan. Jangankan makan, tidur aja susah banget. Ke kanan salah, kiri salah, ngadep depan mulu engap, tengkurep? Lu kata lagi yoga, tiduran diatas bola??!! Sang suami? "Aaaahh.. Seloooww.. Istri hamil masih boleh ML koq". Iya emang bener, tapi Bro, gak bosen lu gaya itu-itu aja? Kalo emang "bisa"-nya missionaris doang sih gak masalah. Tapi kalo yg banyak variasi kayak gaya helikopter, gaya dispenser, gaya anakonda melilit anak rusa, dan gaya-gaya lainnya... Sabar ya.. I Feel You.

2. Pemilihan Rumah Sakit Itu Mudah.
Dulu mungkin Rumah Sakit Ibu Anak (RSIA) gak begitu banyak ya, masih banyak yg cek kehamilan, bahkan sampai melahirkan di Rumah Sakit Umum. Sekarang? Wiiihh.. Banyaaakk.. Gak sedikit pula yg bergengsi. Kalo pas hamil terus ke RS A atau RS B, berasa happening banget. Kan kayak keren gitu "At RS A, Cek Kehamilan 20 minggu nih, mudah-mudahan gak mirip Bapaknya ya!!". Tapi pada lupa, di setiap RSIA yg happening, yg tentu saja mempunyai dokter-dokter terpilih, MAHAAAALL. Gak sedikit pula yang sebenernya jauh dari tempat tinggal. Bayangin: Jauh dari rumah, nyampe udah banyak yg antri, pas bayar ke kasir amsyong. Gak cuma bengkel yg penuh kalo weekend ternyata, sama-sama bete itu nungguin-nya, siaul bener. Udah gitu di sana para Ayah kayak saling "bersaing" gitu kan, anak mereka yg gendong, biar dibilang Ayah ASI atau Ayah Siaga aja sih di depan mahmud-mahmud. NGAKU LUH KAMFRET.

3. Cek USG Selalu Menyenangkan.


Di perkotaan, cek USG sudah jamak dilakukan calon orangtua yg sedang menunggu buah hatinya. Karna emang seru, bisa ngeliat penampakan di dalam perut. Kalo berjalan normal, langsung posting deh di socmed. Tapi pada lupa, dibalik itu, sang calon Ayah-Ibu juga ketar-ketir nunggu hasilnya. Entah si Ibu mau-nya punya anak cewek, si Ayah mau-nya anak cowok. Semaleman berdoa agar semua organ anak-nya lengkap mata, hidung, bibir, telinga, semua normal. Jari pas 20. Kaki ada 2, tangan 2 bukan 4 kayak Goro di Mortal Kombat. Wih kenceng banget itu doa-nya loh jangan salah, bahkan melebihi kencang-nya doa waktu dulu ikutan SPMB. Yang poto USG suka pada ceritain bayar berapa gak? Jangan ditanya ya, nanti pada sedih.

4. Satu-satunya Hal di Bayi Baru Lahir: Menggemaskan.


Nah ini nih :)) Abis ada temen yg melahirkan, PASTI pada posting bayi-nya kan. "Alhamdulillah telah lahir putra/putri kami bernama blablablabla". Gak jarang, poto-nya bareng Ayah/Ibu. Malah sekalian Family Picture gitu diatas ranjang, masih penuh ceceran darah abis lahiran, hardcore bener ye. Tapi pada lupa, dibalik lucunya Newborn Baby, itu harus kita yg ngurusin. Jeng-jeng. Ngurus anak jelas beda sama elu ngurus tamagochi. Pas masih di RS mah selow, tinggal pencet bel, suster bantuin. Lah kalo udah dirumah??!! Ngajakin begadang mulu tiap malem, berak-ngencing kita yg bersihin dan cebokin. Puyeng mikirin kenapa ini anak nangis, bisa aja kegerahan, ngantuk, kebauan cium bau ketek Ayah-nya. Kan gak bisa ngomong masih bayi, kalo udah bisa mah, kayak pelm horor legendaris Indonesia dong, Bayi Ajaib.

5. Anak Hebat Bisa Melakukan Apapun Pertamakalinya.
Ngerekam video anak tengkurep, duduk, ngerangkak, jalan, makan sendiri ke social media. "Anak Ayah/Ibu hebaaaatt". Tapi pada lupa, EMANG UDAH WAKTUNYA ITU WOY. Kalo baru sebulan lahiran udah bisa ngerangkak, baru aja 3 bulan, udah lari-larian, baru setahun udah berani loncat dari lantai 2 balkon rumah, baru itu anak-nya Superman atau Wonder Woman. Bener deh, itu biasa aja koq, gak hebat-hebat amat. Malah akan bikin orangtua lain jadi depresi: "Anak si itu koq baru 2 tahun udah bisa nyetir truk trontoooonn??:(( Anak gue kalah".

6. Stay at Home Itu Enak Loh, Bisa Seharian Maen Sama Anak.


Seharian Maen Sama Anak? I dont think so. Kalo seharian jagain dan bareng anak, gue baru setuju. Iya emang gak kena macet, bisa ngawasin juga setiap detiknya maen sama apa, siapa, makan apa, seberapa banyak, dsb. Tapi pada lupa, selain poto-poto main sama anak yg diunggah ke socmed, sisa waktunya ngapain? Anggaplah dalam 24 jam, setelah dipotong tidur, waktu efektif sama anak itu 13 jam. Dikurangin mandi-makan, 11 jam. Nah, kalo anaknya belom sekolah, mau maen ape lu 11 jam sama anak :D Oke, main yg diposting di socmed anggaplah memakan waktu 3 jam, which is cukup lama juga. MASIH ADA 8 JAAAAM. Hayooo.. Nonton tipi? Maen game di handphone? Youtubing? Biarin anak maen sendirian, tapi gak di posting? Berat kali seharian sama anak, gak se-mudah dan se-enak itu. Itu baru 1 hari, besok? Lusa? Minggu depan? Mau ngapain? Ada saatnya kita capek juga, harusnya pas kita lagi mau nangis nahan marah, saking letihnya ngeladenin anak maen, di-posting juga, jadi berimbang gitu: "Nih abis gebukin anak, karna ngajakin maen mulu rewel banget, udah dibilang, gue capek padahal!!" (selfie, sambil pegang penggorengan, terus anak pada bengep gitu). Bayangin itu anak cuma 1. Kalo 2? 3? 4?

7. Working Itu Enak Loh, Aman Biaya Buat Anak.


Iya, kalo kerja dengan gaji yg besar. Tapi pada lupa, nambah pemasukan, tapi pengeluaran juga nambah. Banyak orangtua yg pas-pasan penghasilan-nya, malah sebagian besar udah habis buat memenuhi kebutuhan sehari-hari. Ongkos transportasi, breakfast, lunch. Masih bisa nabung? Investasi? Atau masih numpang di rumah ortu/mertua? Belom lagi urusan sama anak yg melibatkan Asisten Rumah Tangga (ART), omongan mertua/orangtua, bahkan tetangga: "Ini kemana sih Ayah/Ibunya gak pernah keliatan? Kerja babi ngepet ya?". Bahkan saking sibuknya, gak bisa ambil cuti/libur waktu anak pembagian raport, ada pentas di sekolah-nya, dsb. Belom lagi efek cuma ketemu malem sama anak, meski dititipin ke ART/ortu/mertua, tetep aja akan berbeda perlakuan apabila kita sendiri yg turun tangan ngurusin. Ujung-nya malah nyalahin pengasuh. Lah itu tanggung-jawab elu kali -__- Udah finansial empot-empotan, waktu sama anak juga sangat berkurang, dimana waktu gak bisa dibeli pake uang.

8. Aktivitas Seksual Sama Sekali Tidak Terganggu.


Pas elu udah punya anak, entah kenapa kalo udah urusan sama selangkangan, pengen balik lagi ke masa bulan madu, at least masa sebelum istri hamil. Enak bener asli, bisa kapanpun, posisi bagaimanapun. Tapi pada lupa, pas udah jadi orangtua? Pertama, badan lu udah gak sebagus dulu :D Bisa berpengaruh ke napsu/enggak-nya pasangan loh, ati-ati. Suami/istri kalo gak jaga badan (kayak awal nikah dulu), sama-sama bisa me-melar-kan diri secara otomatis, dan ini ngaruh ke posisi. Bayangin, pas mau d*ggie st*le, suami komen dalam hati: "Njir, dimane l*bang-nya, ini pantat apa panci nasgor kebon sirih, lebar bener..??!!", istri juga komen dalam hati: "Perut udah segede gitu, sok-sok-an gaya begini woy, gak bakal nyampe!!". Untungnya bagi pasangan yg emang udah berbadan "besar" dari awal menikah, gak akan pernah mengalami hal begitu, pasti udah lebih bisa mengatasi. Kedua, waktu yg lu bedua punya udah gak se-bebas dulu. Mau quicky di kamar mandi? Siap-siap aja ada yg ngegedor. Udah sa*ge banget, tapi anak belom tidur, kek mana lu? Ya harus nungguin. Belom lagi tidur siang-nya lama. Sukurin. Padahal istri didalem otaknya udah teriak: "BANANA!! BANANA!!". Pusing pala Minions langsung.

9. Banyak Anak, Banyak Rejeki.
Gue percaya sama anak bawa rejeki-nya sendiri. Tapi pada lupa, itu belum bisa dibuktikan kebenarannya secara ilmiah. Yang pasti, semakin banyak anak, semakin banyak beban pengeluaran. Bayangin, dari belom lahir aja udah nyiapin baby box, peralatan mandi lengkap dengan bak-nya, diapers, popok. Belom imunisasi, atau kalo sakit. Belom seberapa sih, dibanding Biaya Pendidikan. Edan-lah bayar masuk, sampe bulanan-nya. Coba survey sendiri aja biar percaya berapa mahalnya. Itu baru anak 1. Anak 2? Ya 2 kali lipat biayanya. 8 anak? Elu aja itung sendiri, ini aja gue udah mules.

10. Pulang Kerja, Liat Anak, Capek Langsung Hilang.


Menurut gue ini salah satu Kebohongan Terbesar yg rame-rame dibuatnya, biar keliatan keren aja gitu, keliatan jadi orangtua yg sayang banget-lah sama anak. Oke, kalo elu tinggal di kota selain Jakarta dan sekitarnya, boleh deh gak ikutan lu sama rekayasa ramean ini. Tapi pada lupa, yg kerja di Jakarta dan sekitarnya? Capek langsung hilang pas liat anak? Pppfftt. Elu sumpek-sumpekan naek kereta, bis, kopaja, angkot. Bayar mahal taksi/ojek. Yang lebih parah, bawa motor/mobil sendiri menghadapi kemacetan, ataupun pengguna jalan lain yg nyebelin. Sampe rumah, baru masuk, anak: "Ayaaaahh/Ibuuuuu.. Maen hide and seek.. Ayaaaahh/Ibuuuu.. maen kuda-kudaan.. Ayaaaahh/Ibuuuu.. Ikutan main yuk, jadi aku harus blablabla, Ayah/Ibu blablabla". Yang ada sengklek langsung lutut lu -__- Mentoknya: "Bentar ya Nak, Ayah/Ibu istirahat bentar, mandi-nge-blow dulu, cukur kumis-jenggot dulu, makan dulu, whatsapp-an dulu di grup, cek Path, Twitter, Instagram, Facebook dulu", banyak dah pokoknya, tunggu rada selow dikit, tarik nafas panjang, baru maen sama anak. Saan aje luh congek tapir pake bilang pulang kerja liat anak, capek langsung ilang.

Masih banyak sebenernya yg bisa dijabarin. Buat yang belum jadi orangtua, jangan berpikir enaknya aja ya punya anak. Tantangan-nya luar biasa besar, jadi harus dipikirin bener-bener, jangan maen asal ngeluarin didalem aje. Kalo itu sperma dibuahi sama sel telur, terus jadi janin, disaat elu masih belum siap, bisa berabe nanti. Yang dalam kondisi siap mental aja bisa puyeng kalo gak punya persiapan dan gak ikutan New Parent Academy (promosi colongan), gimana yg jadi orangtua dadakan?

"Waaahh.. Terus Gak Enak Dong Jadi Orangtua, Kalo Tulisan Elu Kayak Begini?"

Hehe.

Ada yang pernah dapet ucapan dari gue waktu kelahiran anak-nya gak? Ada kalimat begini pasti, "Semoga Menikmati Hidup Yang Makin Seru". Ada 1 kata yang sangat menonjol, SERU.

Buat gue, Menjadi Orang Tua itu Seru.



Gimana gak seru, elu merawat dan membesarkan seorang manusia, dari mulai janin yang sebesar kelereng, sampe terbentuk tangan-kaki-kepala, harus "disamperin" biar lahiran normal, terus akhirnya dia keluar dari dalam perut Dewa dan pertamakalinya denger suara tangis, rebutan nenen sama gue, bisa ngerangkak, jalan, sampe bisa ngomong dan bernegosiasi kalo lagi di Indomaret. Bayangin nanti makin besar, mau sekolah tanpa diantar/dijemput biar bisa cabut, udah punya teman sendiri dan mulai malu kalo kemana-mana sama orangtua, lanjut kuliah diluar kota/negeri. Akhirnya kita berpisah, karna dia harus menikah dan memulai kehidupan baru dengan pasangan-nya, serta membangun keluarganya sendiri.

:(

Dan akhirnya tanggung-jawab itu terlepas dari pundak, balik hidup berdua sama Dewa, tanpa anak-anak..

SERU.

LIFE IS SO F*CKIN BEAUTIFUL !!

JUST ENJOY IT.

Senin, 15 Juni 2015

Tips Cari Pasangan (atau Jodoh)

Sebenernya udah lama banget pengen nulis ini, tapi gak kesampean mulu. Sampe akhirnya minggu lalu, temen kuliah, Giri Samudra nge-posting gambar diatas di laman facebook-nya. Akhirnya terbersit deh buat mengeluarkan pemikiran kedalam bentuk tulisan. Kali aja berguna, meski kayaknya sih enggak.

Buat gue pribadi, punya pasangan didalam hidup itu sangat-lah penting. Yang sering ngeliat postingan tentang ta'aruf, itu mah becanda doang. Gue masih belum sehebat itu. Iya, Ta'aruf itu merupakan hal yang sangat luar biasa hebat. Mungkin teman-teman yg Islami bilang "Ya emang seharusnya gitu Bray kalo di Islam". Tapi, gue aku-in gak akan bisa kayak gitu. Dari cerita beberapa teman, saat ta'aruf itu edan loh. Ada yg sekalinya ketemu langsung samperin ke ortu-nya buat minta izin nikahin anak-nya. Ada yg lebih ekstrem, cuma liat poto doang, samperin ke kota asalnya langsung ketemu ortu. Kenal juga kagak -_- Ada juga yg sebelum menikah bikin semacam perjanjian pra-nikah. Memberikan "Curriculum Vitae" tentang dirinya sendiri. Bener-bener CV kayak buat ngelamar kerja, apa kelebihan-nya, termasuk berapa kali khatam Al-Quran. Juga ngasih tes kesehatan, kalo badan-nya dapat berproduksi dengan normal agar tidak terjadi "masalah" dikemudian hari. Edaaaann.. Hebat. Bahkan mereka gak sempat untuk pergi berdua, ngobrol membicarakan dari mulai hal remeh-temeh, sampe membicarakan masa depan. Kontak fisik? Pegangan tangan aja kagak. Boro-boro ciuman atau hal lain-nya. Salut.

Gue gak bisa kayak gitu. HAHAHAHAHAHA. Maap.

Pertamakali punya cewek waktu SMP. Ya cinta monyet aja-lah. Suka sama suka, sebagai lelaki punya kewajiban untuk "menembak", diterima, jadian deh. Gak penting juga sih yak -__- Sejak itu, sampai menikah, selalu punya pasangan. Yaaaaa.. Ada sih jeda-nya. Ya kali abis putus, besoknya jadian sama cewek lain. Tapi entah kenapa gak bisa lama, paling beberapa bulan untuk dapet yang baru. Maksud gue cerita, bukan mau belagu atau di cap sok laku atau apa-lah. My point is, buat gue, punya pasangan itu sangat penting didalam hidup. Makanya waktu ketemu Dewa, langsung berpikir "She's The One and I'll Marry Her As Soon As Possible". Meski tertunda sekitar 3 tahun karna situasi yg belum memungkinkan (ada di blog-blog sebelumnya cerita ini, lupa yg mana). Makanya gue ngeliat kalo ada temen laki jomblo.. PPPFFFTTT.

Pacaran dan menikah. Itu merupakan situasi yang sangat berbeda. Waktu pacaran, yang ada didalam pikiran saat tertarik sama seorang lawan jenis, cuma "Oke, gue suka sama elu. Kayaknya seru kalo kita jadi pasangan. Kedepannya gimana, ya jalanin aja dulu". Tapi untuk menikah, harus dipikirkan secara matang: "Oke, gue suka sama elu. Tapi bisa gak elu jadi Ayah/Ibu yg baik buat anak-anak nanti. Bakal seru gak menghabiskan masa tua hanya berdua saat anak-anak punya kehidupan sendiri?".

Ya, gak semudah itu untuk menentukan pasangan saat menikah. Makanya gue suka risih sendiri, kalo ngeliat temen-temen yg udah seumuran (diatas 30 tahun, apalagi perempuan), dimana lingkungan sosial kayak "memaksa" mereka untuk menikah. Dengan memberikan tekanan melalui pertanyaan "Mana ceweknya?", "Mana cowoknya?", "Kapan nikah?", dsb. Gak semudah itu kali. Oke, di umur yang sama, mungkin sudah banyak teman-temannya yg telah menikah. Dengan 1 anak, 2 anak, atau mungkin sudah mempunyai anak ke 3. Tapi umur, lingkungan sosial, jangan dijadikan alasan untuk menikah. Alasan yang tepat untuk menikah adalah telah siap lahir-batin dna tentu saja menemukan pasangan yg tepat.

Gue bakal iseng membuat jenis orang single menurut tingkatan kebutuhan-nya:

1. Single tapi Selow.
Orang-orang begini biasanya menikmati kesendirian-nya. Dia bisa leluasa melakukan apapun yg disuka, tanpa ada batas, kecuali membatasi diri sendiri. Dia gak peduli sama teman-teman seusia-nya yg sudah membangun rumah tangga. Let It Flow. Biasanya punya prinsip "Jodoh Ditangan Tuhan", nanti juga dateng sendiri, gak perlu dicari. Bahkan gak mencoba flirting untuk mendapatkan pasangan. I'm Proud With My Own Life. Keliatannya sih gitu. KELIATAN-NYA.


2. Single tapi Pengen.
Orang-orang begini masih menikmati kesendirian-nya, tapi kadang suka minder kalo ke acara ramean. Kayak nikahan temen, reunian, bahkan ke acara keluarga. Karna dalam hatinya pengen punya pasangan, meski selow aja sendiri juga. Di tingkatan ini, mulai flirting ke lawan jenis. Di social media sering posting "keberhasilan"-nya dalam pekerjaan, hobi-nya yg keren. Bahkan gak sedikit yg memperlihatkan fisik-nya. Posting badan yg berotot, yg seksi, atau milih dari puluhan foto, disaat angle-nya paling pas buat terlihat ganteng/cantik. Ngeri nih, yg udah punya pasangan bisa ikutan tertarik :)))

3. Single tapi Usaha.
Orang-orang begini udah mulai gak menikmati kesendirian-nya. Yang paling kerasa, mereka akan make-over penampilan-nya. Misal yg cowok akan membuat badan terlihat lebih atletis, atau bergaya yg menarik perhatian, entah mengikuti trend gaya rambut, fashion, dsb. Atau yg cewek akan membuat badan lebih slim, melakukan perawatan kulit,dsb. Bukan hanya secara fisik, tapi mungkin akan merubah gaya hidup secara keseluruhan. Tiba-tiba jadi seneng olahraga, tiba-tiba jadi sering beribadah. Prinsip "Jodoh Ditangan Tuhan" sama sekali udah hilang di pikiran mereka, berganti menjadi "Jodoh Harus Dijemput".Untung beda yak sama jelangkung.

4. Single tapi Nyebelin.
Ini udah merupakan tahap akhir dari orang-orang Single. Di masa ini, udah mulai denial sekaligus nyinyir: "Ih, gak enak ya nikah, udah gak maen-maen lagi ke tempat pijit", "Ih, gak enak ya nikah, diatur-atur gitu sama suami, gak bebas". Ngeliat temen udah pada punya anak: "Ngerepotin banget pasti ya punya anak, capek deeeehh, begadang terus", "Kumpulin duit buat sekolah anak ya? Kasian deh. Gue dong bisa beli barang-barang mahal dan traveling keliling dunia".

Tulisan berikutnya, gue mau mendedikasikan ke temen-temen yang berada di nomer 2 dan 3. Karna nomer 1 terlalu selow, bahkan berbagai saran dan masukan pasti bakal mental lagi karna emang udah nyaman sama situasinya. Kalo nomer 4, pikirannya udah penuh aura negatif, sehingga setiap saran dan masukan akan ditelan dengan negatif pula, mau Habib Bin siape juga yg ngomong, percuma ngomong sama kerdus indomie.

Gue akan memberikan tips pada saat Cari Pasangan (atau Jodoh), yaitu:

1. Bergabung di Komunitas.
Mau punya pasangan yg gimana? Berbadan sehat, atletis? Ikut komunitas olahraga aja. Mau punya pasangan yg punya hobi sama? Atau pengen punya pacar yg mendukung tim basket/sepakbola/kriket yg sama? Semua udah ada komunitasnya loh, gabung aja kesana. Di Komunitas, elu bisa kayak "Njiiirr.. Ternyata gue gak sendiri ya didunia ini, demen adu balap keong", kali aja ada kan.

2. Masuk Lingkungan Baru.
Mau punya pasangan yg mempunyai agama kuat? Ikut aja pengajian di Masjid, atau perkumpulan pemuda Gereja. Jodoh ada dimanapun. Kalo di lingkungan sendiri gak ada, beranikan diri untuk masuk ke lingkungan baru. Jangan cuma berteman di lingkaran yang sama terus. Gue pernah denger anekdot "Coba liat ke kanan-kiri, kalo dalam 5 tahun masih dia-dia juga, berarti elu jalan di tempat". Kalopun belum dapet jodoh, seenggaknya teman semakin banyak, bukan? Teman Tapi Mesra juga bisa di-kulik disitu.

3. Menjebak.
Mau punya pasangan yg kayaknya dia kurang sreg nikah sama lu? Jebak pas lagi ML. Buat cowok, sengaja keluarin dalem. Buat cewek, pas mau keluar, teken aja jangan sampe dicabut. BECANDA INI WOY!!

Sebenernya kalo mau dijembrengin lagi masih banyak lagi cara-cara yg bisa dilakukan untuk mendapatkan pasangan yang sesuai dengan kriteria. Tapi itu akan sangat percuma, kalo gak ngelakuin sesuatu yang lebih penting, dibanding semua itu: FOKUS SAMA DIRI SENDIRI.

Maksudnya apa?

Ya, banyak tips-tips mencari jodoh atau pasangan itu terlalu berfokus sama "Apa Yang Kita Mau", bukan "Apa Yang Dia Mau". Gue selalu inget waktu SMP dulu, Kak Amel selalu bilang, kalo mau "nembak" cewek, jangan pake kalimat: "Mau gak jadi cewek gue?", karna itu terkesan kita adalah center of attraction-nya, padahal kan kita yang mau. Tapi diganti dengan "Boleh gak gue jadi cowok elu?". Simpel emang cuma masalah kalimat, tapi pertanyaan kedua lebih membuat si cewek merasa lebih dibutuhkan. Sejauh ini sih gue gak pernah ditolak ya setiap ngutarain kalimat itu. #saik





My Point Is, bagaimana kita membuat image yg bagus ke calon pasangan atau jodoh tersebut. Di contoh yg gue kasih itu, image bahwa kita adalah seorang cowok yg rendah hati.

Jadi kalo mau jodoh, jangan berfokus ke "Gue mau-nya nanti punya istri yg cantik, seksi, bisa jadi Ibu yg baik, bisa atur keuangan, solehah, blablabla", "Gue mau-nya nanti punya suami yg mapan, ganteng, jadi Ayah yg bertanggung-jawab, soleh, blablabla". LAH ELU RIBET MIKIRIN ITU, NGACA DULU WOY.

Ngaca dulu, kriteria jodoh seperti itu, MAU GAK SAMA ELU?

Kemaren gue nonton stand-up special-nya Ernest Prakasa, dia bilang: "Buat para cewek, tenang aja, gak perlu punya boobs yg gede, karna semua punya pangsa pasar masing-masing". Gue setuju, kalo tampilan fisik gak perlu dibahas, karna itu mah tergantung selera. Banyak cewek iri ngeliat badan poto model, tapi gak sedikit loh cowok yg suka sama cewek chubby. Cowok-pun sama, bisa iri sama yg berbadan tinggi, eh banyak loh istri yg suka suami pendek. Jadi gak perlu dibahas masalah beginian. Lah gue yg gak ganteng aja punya banyak mantan atau TTM-an koq dulu. #eh

Jadi harus gimana?

Ya balik sama diri sendiri dulu aja, evaluasi.

Paling gampang, coba perbaiki kepribadian, karna ini yg paling penting untuk mendapatkan pasangan ataupun jodoh.

Apakah elu udah cukup ramah ke semua orang? Atau ternyata, kalo dipikir-pikir ternyata elu emosian. Suka mengumpat, suka ngajak berantem orang di jalanan kalo disalip dikit?
Apakah elu menyenangkan diajak ngobrol? Atau ternyata, cuma seru di social media aja, pas ketemu langsung cuma diam atau sibuk ngurusin gadget?
Apakah elu gak nyebelin? Atau ternyata, gaya becanda elu gak begitu disuka, dan ternyata jadi pada suka ngomongin negatif di belakang?
Apakah elu orang yg bertanggung-jawab? Atau ternyata, cuma janjian kencan aja bisa telat 1 jam, karna kelamaan dandan atau nyantai-nyantai aja berasa gak ada yg nungguin?
Apakah elu sudah cukup humoris? Atau ternyata, elu adalah orang yg sangat kaku, susah banget tertawa, atau bahkan tersenyum? Garing gitu?
Apakah elu bisa menghargai kegiatan pasangan? Atau ternyata, gak ngebolehin cowok jalanin hobi maen bola sama temen-temennya, gak bolehin cewek-nya sama sekali berteman dengan teman cowok kantornya?

Dan masih banyak pertanyaan-pertanyaan lain-nya yg bisa elu tanyakan ke diri sendiri.

Karna fisik itu gak begitu penting dalam mendapatkan jodoh. Pasti banyak banget yang baca tulisan ini, kalo ngeliat pasangan "gak match", misal suami-nya gak ganteng tapi istri cantik atau suami badan atletis tapi istri-nya berbadan melar, selalu mikir negatif: "Ih, koq mau ya punya suami/istri begitu?". Sekali lagi, fisik itu gak begitu penting. Orang sering Judge a Book By Its Cover, tapi mereka gak pernah ngeliat, di balik gak ganteng-nya suami, mungkin dia adalah pria yg sangat bertanggung-jawab terhadap istri dan anak, pria yg sangat humoris sehingga selalu menyenangkan berada didekatnya. Oke, gue tau apa yg elu pikirin, atau mungkin pria tersebut sangat mapan dan mencapai sukses tersebut yg membuat sang istri kagum. Sama juga, kalo ngeliat istri yg udah melar, banyak orang gak melihat, mungkin dia adalah seorang wanita yg sangat perhatian dengan kebutuhan suami serta anak, wanita yg sangat sabar sehingga selalu menenangkan hati saat berada didekatnya, atau wanita yg seru dan sangat worth-it untuk kita habiskan waktu seumur hidup.

Jadi, untuk teman-teman yang masih mencari tambatan hati untuk dibawa ke pelaminan, secara fisik, kita punya pasar masing-masing, tenang aja. Tapi coba bekali diri dengan kepribadian yang hampir semua lawan jenis tertarik, seperti yg gue bilang diatas seperti ramah, menyenangkan, gak nyebelin, bertanggung-jawab, humoris, atau menghargai pasangan.

Di saat elu udah punya kepribadian yg menarik lawan jenis, maka akan semakin banyak pilihan didepan mata. Baru deh masukin kriteria jodoh seperti apa yg elu mau.
Karna kebanyakan yg gue liat justru kebalik, mau-nya punya jodoh gimana dulu, baru ngaca.

Gampil kan?

Gutlak!!

Jumat, 05 Juni 2015

Evaluasi Liverpool 2014/2015

Males banget sebenernya mosting ini -__-

Gimana gak males, disaat musim lalu udah nyaris meraih gelar EPL, eh musim ini turun lagi sebagai tim papan tengah. IYA PAPAN TENGAH KAYAK MUSIM-MUSIM SEBELUMNYA. Apa masih pada denial kalo Liverpool itu klub papan atas?

Tapi tiap musim selalu gemes aja mengutarakan pemikiran untuk tim kesayangan ini, kayak musim lalu nulis: Evaluasi Liverpool 2013/2014 hampir semua yg gue perkirakan untuk memperkuat tim, ternyata terjadi. Seneng liatnya, kayak punya ikatan batin gitu sama Rodgers :*

Di awal musim, banyak pengamat yg bilang kalo Liverpool bakal berbuat banyak, dengan skema 4-4-2 diamond yang Rodgers sering mainkan. Formasi yang sangat solid di lini tengah, dan berbahaya di sektor depan. Tapi ternyata prediksi tersebut merupakan kesalahan terbesar, karna ada 3 faktor utama yang menyebabkan Liverpool mengalami penurunan yang sangat drastis dari musim sebelumnya, yaitu:

1. Suarez Dijual.

Diambil dari mirror.co.uk
Ya, Luis Suarez, topskor Liverpool musim lalu, yang sekaligus sebagai topskor EPL. Gak hanya itu, gelar Pemain Terbaik Liga Inggris juga berhasil dia rebut. Emang sih bakal sulit menahan reputasi pemain seperti itu. Yang kemungkinan bakal digoda sama klub-klub yg lebih besar kayak Barcelona, Madrid, Muenchen dll. Gaji bertambah, didukung dengan rutin-nya bermain di kompetisi elite Eropa, dan juga bermain bersama pemain-pemain besar lainnya. Siapa yg gak tertarik maen di samping Neymar-Messi? Dengan dukungan dari Xaviesta? Pada awal-nya, gue berpikir. Cukup-lah Balotelli buat menggantikan posisi Suarez. Dengan "nama besar" yg tidak begitu jomplang perbedaan-nya. Ternyata, penjualan Suarez berdampak sangat, sangat besar bagi Liverpool.

2. Sturridge Cedera.

Diambil dari talksport.com
Masalah mulai timbul saat salah satu andalan Liverpool lainnya, yang merupakan topskor kedua setelah Suarez, Daniel Sturridge kembali kambuh badannya yg ringkih dan sering cedera kayak di klub-klub sebelumnya. Dengan jarang tampil-nya Stu, otomatis 4-4-2 diamond yg menjadi andalan Rodgers (tercatat mungkin cuma sekali dimainkan dan Stu-Balo didepan waktu ngalahin Spurs 3-0), harus dirubah dan menyesuaikan dengan ketersediaan pemain. Emang Liverpool gak punya striker lain? Ada. Lambert dan Borini. Tapi tampak Rodgers punya rencana lain buat mereka. Lambert merupakan striker big-man, yang merupakan kebutuhan utama Liverpool musim lalu, disaat menemui "tembok" dilini pertahanan musuh yang bermain sangat dalam. Sehingga bisa mengoptimalkan bola udara dimana itu tidak dapat disediakan oleh Stuarez. Borini sendiri masih belum mendapatkan kepercayaan sebagai goal-getter. Pemain yg sempat gue cap sebagai "The Next Inzaghi" ini malah sering dimainkan sebagai penyerang sayap, dimana (imo) gak akan pernah cocok. Bayangin, Inzaghi jadi pemain sayap? Lari boleh cepat, tapi apabila tidak didukung oleh kemampuan dribbling yg baik, akan sangat percuma.

Dampak-nya apa? Skema selalu berubah tidak pasti. 4-3-3, 4-1-2-3, 4-2-3-1. Dengan Balotelli sebagai striker tunggal. Semua orang tau, dengan cara bermain seperti itu, dia butuh partner di lini depan. Karna Balotelli merupakan striker yg hobi untuk mencari bola, "memegang" bola di kakinya. Banyak kejadian saat dia membuka ruang, di depan gawang lawan gak ada orang -_- Yang keliatan apa? "Balotelli Pembelian Gagal". Cap tersebut makin menjadi-jadi sewaktu Rodgers akhirnya rombak tim besar-besaran dengan memainkan skema 3-4-3 dengan memainkan Sterling sebagai ujung tombak serangan!! Pertamakalinya waktu lawan MU, dan langsung dibantai sama mereka. HAHAHAHA. FAK.

Tapi disitu ada secercah harapan, karna Liverpool seperti menemukan gairah baru dalam bermain. Permainan cepat dengan didukung oleh pemain-pemain high-speed, tanpa adanya pemain yg "lama pegang bola" kayak Balotelli dan juga, aduh maaf, Gerrard. Ya, ini merupakan solusi yg cukup jitu. Karna sejak kekalahan tersebut, ternyata Liverpool menorehkan hasil yg jauh lebih baik saat pergantian tahun. Dan disini Rodgers patut diacungi jempol. Can bermain sangat baik sebagai bek kanan. Ibe menemukan posisi andalan-nya, Moreno mulai timbul kepercayaan dirinya. Coutinho bermain lepas, Henderson memimpin di lapangan tengah, serta Lallana memperlihatkan kualitasnya. Pemain-pemain inilah yg akan menjadi masa depan dari Liverpool.

3. Gerrard Cabut.

Diambil dari www1.skysports.com
Masalah terakhir timbul, saat Gerrard akhirnya memutuskan untuk pindah dari Liverpool di akhir musim. Berita yg sungguh menggemparkan, sekaligus membuat sedih. Tapi somehow, memang sudah waktunya. Dengan usia yang tidak lagi muda, 35 tahun. Sang Captain Fantastic sudah tidak masuk kedalam skema Rodgers yg meinginkan permainan cepat serta dinamis. Gerrard mulai lamban, dan mempunyai tipe passing direct, langsung kedepan. Sangat sulit baginya untuk bisa memenuhi apa keinginan sang Manajer. Terus apa hubungannya dengan buruknya performa Liverpool? Ada. Secara gak langsung, dengan fit-nya Gerrard, itu merupakan tekanan bagi Rodgers untuk memainkan sang kapten. Desakan dari suporter apalagi. "Gerrard udah belasan tahun di Liverpool, Rodgers baru 3 tahun. MAININ KAPTEN KAMI SEBELUM DIA PINDAH!!". Ya kurang lebih seperti itu tekanannya. Jadi berantakan. Skema "Asal Gerrard Maen" harus digunakan Rodgers. Liat waktu kalah di Anfield sama MU. Baru beberapa detik udah bikin ulah kena kartu merah waktu jadi gelandang tengah. Makin mendekati musim berakhir, makin aneh aja penempatan Gerrard. Maen 3-4-3, dengan dia menjadi pemain depan yg bergerak melebar (seperti Coutinho/Lallana), dimana dibutuhkan kecepatan untuk bergerak pada posisi tersebut. Kalo ada yg merhatiin di pertandingan terakhir waktu dibantai Stoke 1-6, Gerrard jadi striker!! Edan emang skema "Asal Gerrard Maen". Perpisahan yg tentu saja tidak menyenangkan buat kapten kami ini. Anyway, makasih buat semua kontribusinya Capt, goodluck di MLS.

3 faktor diatas merupakan alasan kenapa Liverpool sangat terpuruk musim ini. Yuk ah, gue coba evaluasi, dan harus jual/beli siapa musim depan biar bisa lebih bersaing sama tim lainnya.

1. Manager.
Waktu Liverpool mendekati finish, dan puncak-nya dibantai Stoke 1-6, gue mulai terpikir untuk ngikutin hestek yg berkembang, yaitu #RodgersOut. Udah mulai gak habis pikir dengan pemilihan pemain yg dilakukan olehnya. Gerrard jadi striker? Aduh. Tapi belakangan gue menyadari, dia melakukan itu semua karna mungkin mau menghormati partai-partai terakhir sang kapten, dengan selalu memainkan skema "Asal Gerrard Maen". Rodgers kayak mau bilang: "Gue udah liatin nih tim kalo Gerrard maen, dan Gerrard gak maen. Elu pada bisa liat kan bedanya? Musim depan, ada 'Liverpool Baru', you'll see!!". Dan setelah emosi mereda, akhirnya gue melihat Rodgers perlu diberikan waktu 1 tahun lagi. Kalo musim depan masih bonto tanpa gelar (bahkan Carling Cup sekalipun), ya udah pecat aja. Rodgers makin kaya koq pilihan formasi-nya, layak diapresiasi.

2. Goalkeeper.
Mignolet jelas perlu persaingan, Jones gak bisa memberikan itu. Apalagi Ward. Efek buruk dari tidak adanya persaingan adalah, kiper utama akan berlatih dengan santai, tanpa takut posisinya akan tergeser. Dan itu cukup rawan juga, apalagi udah 2 tahun situasi-nya kayak begini.

3. Defence.
Sektor yg cukup mumpuni saat bermain 3 bek sejajar. Can menjelma menjadi pemain bertahan yg sangat baik. Sakho semakin matang. Skrtel tetap bisa menjadi andalan. Lovren masih belum pas bermain dengan 3 bek, tapi cukup lumayan apabila bermain skema 4 bek. Yang bingung, Kolo Toure malah diperpanjang kontraknya, Imo, udah cukup berumur dan kurang pas dengan gaya maen Rodgers yg selalu pasang garis pertahanan tinggi. Dan belum ada titik terang siapa yg bakal pegang pos bek kanan setelah Johnson cabut. Manquillo-Flanagan belum solid buat jadi pemain inti. Can kayaknya mulai pasang di sektor tengah aja musim depan. Menggeser Moreno dari bek kiri akan cukup sulit untuk pemain lain-nya.

4. Midfielder.
Posisi ini sebenernya yang paling "lengkap". Gerrard-Lucas-Henderson-Allen punya tipe permainan yang sama sekali tidak mirip satu sama lain. Sehingga siapapun yg dipasang dapat saling melengkapi kekurangan-kelebihan. Dengan keluar-nya Gerrard, pergeseran posisi Can akan membuat lini tengah seperti mendapat suntikan pemain baru. Posisi gelandang menyerang pun masih cukup mumpuni dengan adanya Coutinho-Lallana. Kalo Sterling gak jadi pergi bakal bagus, tapi ditaro di flank aja bukan striker. Dengan adanya Ibe-Markovic, unsur kecepatan tidak akan hilang dari tim ini.

5. Forward.
Ini nih lini yg paling bermasalah. Kalo liat dari postingan gue taun lalu, sebenernya udah sesuai sama apa yang terjadi. Posisi Suarez digantikan Balotelli, Borini bertahan, dan 1 pemain Big Man dalam diri Lambert. Kurang apa coba punya 4 striker begini? Tapi sayang kenyataannya gak sesuai sama apa yg ada di atas kertas. Stu cedera mulu, Balotelli selalu gak cocok sama formasi yg diturunkan. Lambert memang diproyeksikan untuk masuk dari bench. Borini yg paling mengecewakan, karna sulit mendapatkan kepercayaan untuk menjadi ujung tombak, selalu bermain melebar. Jelas dibutuhkan perubahan besar di sektor ini.

Saat ini udah banyak banget rumor tentang transfer yg akan dan telah dilakukan. Seperti Johnson gak akan diperpanjang, Kolo diperpanjang, Milner sudah mencapai kesepakatan verbal, dan Sterling yang makin mengutarakan keinginan untuk pindah. Dengan mengesampingkan semua berita-berita tersebut, kalo gue jadi Direktur Tehnik Liverpool, ini yang bakal dilakuin musim depan berkaitan dengan sisi teknis tim:

1. Manager.
Pertahankan Brendan Rodgers.

2. Goalkeeper.
Beli 1 kiper cadangan.

3. Defence.
Beli 1 bek kanan kelas dunia, dan 1 bek kiri cadangan.

4. Midfielder.
Beli 1 left-foot midfielder/winger.

5. Forward.
Beli 1 striker kelas dunia.

Sehingga musim depan, gambaran ideal gue untuk tim Liverpool akan sebagai berikut:

Goalkeeper: Simon Mignolet, 1 kiper baru.
Defender Right: 1 bek kanan baru, Javier Manquillo.
Defender Left: Alberto Moreno, 1 bek kiri baru.
Defender Centre: Martin Skrtel, M Sakho, Dejan Lovren, Sebastian Coates.
Defensive Midfielder: Lucas Leiva, Emre Can.
Central Midfielder: Jordan Henderson, Joe Allen, 1 gelandang kidal.
Attacking Midfielder: P Countinho, Adam Lallana, Raheem Sterling, Jordan Ibe, Lazar Markovic.
Forward: Daniel Sturridge, Mario Balotelli, 1 striker kelas dunia.

Itu 23 pemain inti. Yang siap masuk dari reserved:
- Ward (Goalkeeper)
- Flanagan (Defender Right/Left)
- Ilori (Defender Centre)
- Brannagan (Central Midfielder)
- Luis Alberto (Attacking Midfielder)
- Aspas (Attacking Midfielder/Forward)
- Origi (Forward).

Sisanya lepas aja:
- Jones
- Johnson
- Enrique
- Wisdom
- Toure
- Gerrard
- Lambert
- Borini

Dengan 30 pemain diatas, dan 4 kompetisi yang akan diarungi Liverpool, Rodgers bebas utak-atik formasi sesuai dengan kesiapan pemain dan juga tergantung permainan lawan. Tampak 2 formasi andalan Rodgers adalah 4-4-2 diamond dan 3-4-3 akan dapat digunakan secara lebih maksimal dengan ketersediaan pemain tersebut.

AAAAAHH.. BURUAN MUSIM BARU DIMULAAAAIII... GAK SABAAAAAARRR..

The Kop Pledge:
1) Always support the team, no matter how bad they happen to be playing.
2) If the team is doing badly, then cheer even louder because they need your support even more.
3) If a player is struggling, then sing his name even louder and even harder to support him when he needs it the most.
4) If the opposition are the better side and performs well, then appreciate it and give them the credit they deserve.

Selasa, 21 April 2015

Berhenti Ngerokok



Kalo ngomongin ngerokok, gue jadi keinget sama salah satu percakapan lucu antara gue dan temen yang BARU nyobain rokok sewaktu kuliah... KEMANE AJE LUH???!!!

Gue: *ngeliat temen yg baru beberapa hari mulai ngerokok* "Lucu juga yak gaya lu pegang rokok"
Temen: "Biarin-lah. Mendingan gue ngerokok, daripada elu gak ngerokok"
Gue: -__-

Sewaktu gue punya mantan yg ngelarang, emang rada terbatas waktu buat ngerokok. Gak pernah ngebakar itu batangan di depan umum, di sekolahan atau kampus. Pasti di tempat "tersembunyi". Misal lagi maen sama temen-temen di luar, di kosan. Pokoknya main aman aja dah. Gak enak bener yak hidup gue -__-

Kenapa percakapan diatas selalu lucu, karna temen itu gak tau, kalo sebenernya dari SMP gue udah aktif ngerokok. Pertamakali nyobain rokok sih waktu masih SD, dari si Mama waktu kami pergi ke Padang. Enak banget ngeliat Mama ngerokok Djarum Super, terus gue ngerengek ala anak bungsu buat nyobain. Tiap dilarang, tiap itu pula gue rewel. Sampe akhirnya Mama nyerah: "NIH, NIH, COBAIN SINI, TAPI JANGAN DIBAKAR YA", kata beliau sambil sebel. Waaahh.. Rokok ternyata maniiisss..

"Jangan Dibakar Ya", merupakan kalimat yang selalu terngiang-ngiang dalam pikiran saat itu. "Emang kenapa ya kalo dibakar?"

Rasa penasaran itu terjawab, saat ngumpul dengan teman-teman komplek, ramean. Dan lupa siapa yg pertamakali nyeletuk "Cobain rokok yuk", akhirnya semua nyobain ngerokok barengan. Ada yang batuk, ada yang ketawa geli, ada yang takut ketauan, ada yang pusing, dsb.
Masuk SMP di tempat yang banyak perokok-nya. Ya udah deh, lanjut aja wong ketemu lingkungan-nya begitu. Mulai-lah gue jadi perokok aktif, dengan ciri-ciri saat itu:
- Uang jajan gak dipake buat makan, tapi beli rokok ketengan,
- Kerjaan nongkrong di WC ramean ngerokok,
- Ngeledekin temen yg gak ngerokok dengan sebutan "Cemen, katro, bencong, penakut, pengecut", dan sebutan bullying lain-nya,
- Berasa keren kalo di jalanan ngisep itu rokok, dan ngeluarin asap-nya sok cool.
NJIR KALO INGET INI KOQ GUE JADI GELI SENDIRI :)))

Pas SMA, makin menjadi-jadi gue ngerokok-nya, karna masa itu, lagi bawa mobil ortu kemana-mana. Makin berasa keren aja nyetir, buka kaca samping, pake kacamata item, setel musik britpop rada keras, dan sambil ngerokok. Berasa di liatin sama cewek-cewek kalo lagi nongkrong di parkir timur senayan, atau taman situlembang.
ASLI JIJIK ABIS MASA-MASA ITU.

Kuliah, mulai sedikit berkurang gue ngerokok-nya. Selain karna punya mantan yg gue ceritain tadi, jadi gerak terbatas (dia punya banyak temen disekitaran gue yg bisa "mengawasi dan ngadu"), saat itu juga finansial gak mendukung. Wong buat makan aja pas-pasan, rada sulit beli rokok. Meski ada momen "Mendingan Ngerokok Daripada Makan" yang gue rasain sih, tapi gak begitu signifikan kalo secara rutin. Kebanyakan minta sama temen, atau beli sendiri kalo emang abis menang taruhan bola. Aduh, jadi kangen nih bikin -->> Toto Bola. Elu klik dah tuh link-nya, dimana gue pernah jadi bandar, bego-begoin yang ikutan. HAHAHAHAHAHAHAHAHA. PUAS ABIS.


Lulus kuliah, akhirnya gue putus, dan menjalin hubungan baru dengan Dewa. Dia orangnya sangat-sangat terbuka akan segala hal. Pas lagi jaman ngedeketin, dia tau gue ngerokok. Dan sama sekali gak berusaha ngelarang. Gak seperti kebanyakan cewek-cewek bukan perokok lainnya, biasanya mereka punya aturan: "Yaudah kamu ngerokok aja, tapi JANGAN pas lagi sama aku!!". Tau ya model cewek begitu :))) Dewa gak begitu juga. Dia sih cuek aja gue mau ngerokok dimanapun. Dia mempersilahkan gue bebas menjadi diri gue sendiri, setelah bertahun-tahun terkungkung dari segala macam larangan serta aturan. If you know what I mean..



Setelah gue bekerja, dan punya duit sendiri, makin menjadi-jadi kebiasaan ngerokok ini. Udah bodo amat kan, badan-badan sendiri, duit-duit sendiri, ya seterah aja dong. Meski gak separah yang lain, tapi bisa waktu itu 1 bungkus buat 1 hari. Bahkan sekali beli langsung beberapa bungkus. Harus ada stok di tas, atau-pun di kamar/kosan. Jadi kalo lagi pengen, kapanpun bisa tinggal ambil tanpa perlu jalan lagi ke warung. Kalo #katatemengue, udah sepenting kondom saat itu. PPPFFTT.

Kalo yang dateng ke nikahan 100110, yang sesi malem, gue bahkan ngerokok loh saat itu. Baik di pelaminan maupun waktu lagi turun nyamperin ke bawah. Rock n Roooll..

Sama Dewa juga baik-baik aja, sampe akhirnya......
Baru tau...... Ternyata....

ITU MERUPAKAN STRATEGI DIA BUAT MENARIK HATI GUE!!
Setelah Menikah:
"Aku sih gak papa kamu ngerokok terus. Tapi kamu juga harus gak papa ya, kalo impoten, aku cari cowok laen buat menuhin 'kebutuhan' aku".
NJIR.

Mulai saat itu, berpikir untuk mencoba mengurangi. Ngeri loh kalo emang gak bisa ngaceng. Karna berhenti total itu sangat-sangat sulit. Setelah menikah, gue ganti status yang tadinya Active Smoker, jadi Social Smoker, yang artinya, gue ngerokok kalo lagi bareng temen-temen aja. Kadang beli ketengan, kadang minta. Yang jelas, semenjak menikah udah gak pernah beli 1 bungkus rokok. Lagian, duit darimana? Waktu itu kan pengangguran, semua biaya hidup ditanggung sama Dewa. Ya kali: "Bun, bagi duit dong buat beli rokok sebungkus". Bisa disunat gue.

Jadi Social Smoker gue lakuin hampir selama 4 tahun, sampe akhir-nya momen: "Bun, Adia udah 3 tahun nih, bikin adek-nya yuk" menjadi titik balik. 3 bulan sebelum program tersebut dijalankan, stop ngerokok sama sekali. Semua itu juga dibantu bertepatan dengan mulai-nya gaya hidup yang lebih sehat gue jalanin. Mulai dari rutin (kembali) berlari, sampe kenal dengan metode Food Combining. Somehow, saat itu gue berpikir ingin menjadi Ayah serta suami yang lebih baik buat Dewa, Adia, adik-nya. Salah satu-nya ya dengan mempunyai fisik yang lebih kuat tidak gampang sakit, dan mencontohkan gaya hidup sehat ke mereka. Dan hasil-nya adalah....

Sampe detik ini, BERHENTI TOTAL ngerokok.

Disini, sebenernya gue mau ngasih perbandingan, dari pengalaman pribadi sih, indah-nya hidup saat ngerokok, dan pas udah berhenti.

Saat Ngerokok:
- Ngerokok enak banget setelah makan, sama saat berak, surga dunia ada disitu beneran,
- Saat ngerokok, kepercayaan diri meningkat tajam. Misal, ngerokok di tempat nongkrong, pede kalo ngedeketin cewek. Ngerokok di tempat gak dikenal kayak terminal, stasiun, pede biar gak dipalak.
- Ngerokok bisa mengurangi stres. Gue bisa tuh ngerokok sebungkus, nyambung terus, sembari bengong aja. Somehow pengaruh nikotin bikin kalem.
- Pergaulan jadi gak terbatas. Gak anti sama asap rokok, jadi bebas aja berteman sama yg begajulan.
- Kalo lagi ngumpul sama temen, ada rokok, obrolan bisa lebih panjang dan gak cepet mati gaya, karna sebenernya saat itu kami juga sedang menikmati ngerokok, gak cuma ngobrol-nya.
- Ya enak aja semua proses-nya, dari mulai ngambil sebatang, ngebakar ujung-nya, narik itu nikotin dalam-dalam, terus dihembuskan, rasakan efek santai didalam tubuh, sampe akhirnya mematikan puntung rokok yg udah pendek.

Pas Berhenti Ngerokok:
- Segala penyakit yg sering menghampiri, kayak batuk, pilek, sudah jauh berkurang. Asma gue pun ngilang setelah berhenti ngerokok secara total, gak pernah kambuh lagi.
- Pas ML juga kerasa lebih greeenng (gak perlu minum jakban atau pake tissue magic kayak elu).
Dua alasan diatas sih sebenernya juga didukung karna disaat yang bersamaan, gue juga lagi merubah gaya hidup yg lebih sehat, jadi belum tentu karna berenti ngerokok juga.
- Udah gak ada ketergantungan sama sebuah benda. Abis makan, biasa aja. Pas berak juga biasa aja, baca BOLA. Enak jadi-nya hidup tanpa punya adiksi.
- Yang paling penting, gue bisa lebih ngirit dalam hal pengeluaran.

NGAPA JADI LEBIH BANYAK ENAK-NYA PAS NGEROKOK YA???!!

Yes, di tulisan ini gue gak bermaksud ngajak elu yg ngerokok untuk berhenti koq, selow aja. Gue hidup udah 30 tahun, dan hampir setengah-nya gue habiskan sebagai seorang perokok aktif. Ngerti-lah kalo...

GAK ADA SEORANG PUN YANG BISA BIKIN BERHENTI NGEROKOK, KECUALI NIAT DARI DALAM DIRI SENDIRI!!

Ngerokok gak sehat?
Mama gue ngerokok hampir sepanjang hidup-nya, alhamdulillah belum kena penyakit keras selama ini.
Ngerokok bikin miskin?
Banyak orang-orang kaya di dunia, merupakan perokok aktif.

Mau alasan apapun, pasti ada bantahan-nya bagi para perokok, jadi percuma aja.

Yang masih mau ngerokok, silahkan. Udah pada gede, tau risiko-nya.

Kalo Gue, Lebih Milih Berhenti Ngerokok.

Kalo ternyata bisa mengurangi risiko tidak impoten, hingga mampu ML dan "memberi nafkah jasmani sekaligus rohani" ke istri sampe tua nanti...

Kalo ternyata bisa mengurangi risiko kena penyakit keras, hingga mampu terus hidup lebih lama ngeliat anak-anak tumbuh besar sampe punya cucu-cicit.

Karna pada akhirnya, mereka semua lebih penting daripada ego pribadi gue.

Diet: Gak Perlu Mahal, Gak Perlu Ribet.

Yang temenan di Path atau Facebook (atau follow di twitter), mungkin udah tau, minggu lalu, tanggal 12 April gue bikin eksperimen mengenai diet. Buat nyamain persepsi, maksud "diet" disini adalah menurunkan berat badan ya, bukan pengertian lainnya. Simpel aja, selama timbangan menunjukkan berat badan berkurang, berarti diet itu bisa dikatakan berhasil, apapun dampak jangka pendek (atau panjang) buat tubuh itu sendiri.

Gue bikin eksperimen ini sebenernya untuk mengungkapkan kegelisahan, sama banyak temen yg ikut program diet ini, program diet itu. Mulai dari yang harus mengkonsumsi makanan katering gak murah (boleh elu tanya, habis berapa mereka cuma untuk makan doang pas ikut program ini), sampe harus ikutan program yang dibikin oleh pusat kebugaran (yang tentu saja akan menyita banyak waktu, serta lebih banyak pantangan ini-itu). Mahal dan Ribet.

Kalo buat nurunin doang, cara paling gampang ya ikutin aja tuh metode yang dibuat oleh salah satu entertainer tanah air. Dimana harus puasa sekian lama, ada waktu "bebas" makan sekian jam, terus lanjut puasa lagi. Gue sendiri karna koret gak mau ikutan program ini-itu yg menguras duit dan waktu, pernah nyobain ini. BERHASIL. Hanya dalam beberapa hari berat badan turun signifikan. Tapi gue pribadi sulit untuk meneruskan menjadi gaya hidup, karna gue bukan orang yang suka taat sama aturan. Jadi kebanyakan cheating kalo emang lagi laper dan pengen. Puasa Ramadhan aja sering batal :))) Alhasil, berat badan kembali naik dengan signifikan.

Akhirnya gue mencoba bikin eksperimen buat nurunin berat badan (sebenernya gue tau sih ini gampang, tapi mau nunjukin. Maaf bukan riya, tapi sombong aja), mulai dengan berat 64 kilogram (kg) di Minggu malem, target 58 kg di Minggu depan-nya. Turun 6 kg dalam 7 hari. BISA?

Minggu, 12 April 2015.

64 kilogram
Aduh, gelap ye gambar-nya. Kayaknya jelas dah kalo di socmed. Ini pas banget pulang dari Warung Pasta, karna Adia lagi pengen makan pizza dan spaghetti. Emang sengaja gue naekin biar bisa eksperimen. Sekalian buat sahur juga (bukan riya ya, cuma pamer aja).

Senin, 13 April 2015.

Sampe sekarang, gue (Insya Allah) masih rutin puasa Senin-Kamis. Selain buat ngirit, 2 hari itu juga masa-masa pencernaan istirahat dari aktivitas-nya. Yaaaaa.. Kalo dapet pahala puasa-nya sih bonus aja itu, alhamdulillah :D
Pas Magrib, gue berbuka dengan menu rumahan biasa:
- Kerang
- Kangkung
- 2 gorengan tahu (digambar cuma 1, karna 1 lagi gue nambah, abis-nya enak kan)
- Tanpa nasi
- Beberapa gelas air putih



Abis makan, 2-3 jam kemudian gue ambil foto, dan ini hasil timbangan:

62,3 kg
Turun 1,7 kg dalam (sekitar) 24 jam.

Selasa, 14 April 2015.

Dini hari (jam 02.00), ada pertandingan Liverpool vs Newcastle di tipi. Dan seperti biasa-nya, biar gue kagak ketiduran, ngincer masak mie goreng pas lagi halftime..
- Indomie goreng pedes
- Telur rebus
- Sisa kerang di meja makan
- Nasi putih


Pagi, abis nganter Adia gue service mobil pertamakali-nya. Dan pas lagi nunggu, gue liat di kantin koq ada orang kayak lagi ngegunting-gunting gorengan. Abis dia beres, samperin dah ke Ibu-nya yg jualan. Ada apa sodara-sodara??!! Aneka gorengan, lontong, nasi uduk, daaaaaannn.. Bumbu kacang!! Akhirnya disini tergoda dan beli:
- 1 lontong
- 2 gorengan bakwan, 1 gorengan tempe
- 1 nasi uduk
Sorry gak dipoto, lagi kalap banget saat itu, jadi gak kepikiran, baru keinget lagi eksperimen pas udah pada masuk semua ke perut.

Sore, gue lari 10 kilometer di deket rumah, abis itu cuma minum sekaleng pocari sweat dan beberapa gelas air putih, sampe nimbang lagi.

61,1 kg
Dari (sekitar) 24 jam yg lalu, turun 1,2 kg. Berat turun total: 2,9 kg.

Rabu, 22 April 2015.

Karna Selasa terakhir makan itu nasi uduk, Rabu pagi udah pasti lapar, gak mungkin banget. Tapi sarapan yang paling bener kalo lagi begitu, ya buah. Pagi itu gue nyarap jeruk nouval ukuran jumbo. Cukup ngeganjel juga loh.
Sekitar jam 10an, mulai kerasa kembali lapar, nyemil malkist roma 1 jejer.
Jam 13.00, akhinya makan siang, menu-nya yg tersedia aja di meja makan:
- Nasi putih
- capcay
- Ayam goreng
- Bakwan jagung

Gak ribet pesen katering-katering-an, yang rasanya juga pasti kurang nampol di mulut (boong banget lu kalo bilang nikmatin makan begitu). Gak ada gorengan segala kayak yg gue makan :)
Sore, Bibi kembali bikin gorengan di dapur, gue nyemil sampe 5 biji tempe-bakwan, dan minum sekaleng milo.
Malem, maen futsal 2 jam (efektif sekitar 70an menit di lapangan), minum sebotol mizone.

60 kg
Masih turun juga. Kalo dari kemaren-nya, turun 1,1 kg. Kalo turun dari berat total: 4 kg!! Tercapai hanya dalam waktu 3 hari.

Kamis, 16 April 2015.

Seperti biasa, di hari ini gue puasa lagi. Sahur malem-nya abis nimbang (sekitar jam 11 malem), dengan menu:
- 5 sate cumi (2 lagi nambah plus nasi juga)
- 1 gorengan

Pas Magrib, kembali menu rumahan yang gue konsumsi:
- Rendang
- Daon singkong
- Pepes tahu
- 2 tempe
- Tanpa nasi


Banyak orang yang gak bisa makan tanpa nasi. Itu cuma mindset aja dan kebiasaan dari kecil. Gak makan nasi gak akan bikin mati koq. Bisa kenyang juga, selow.

59,2 kg
Berat turun dari kemarin-nya: 0,8 kg. Berat turun total: 4,8 kg. Rentang waktu Minggu-Kamis saja.

Dan eksperimen ini gue stop, begitu menunjukkan angka penurunan yang cukup signifikan. 4 hari diet udah bisa turun 4,8 kg. Masih ada sisa waktu 3 hari untuk mencapai target, yang cuma sisa 1,2 kg lagi? Terlalu gampang itu mah :)

Semua orang bisa kayak gue gini?

BISA.

Syarat-nya cuma 1:

KENALI METABOLISME TUBUH LU SENDIRI.

Semua orang pasti berhasil pake cara gue?

BELOM TENTU.
Karna setiap orang itu unik metabolisme tubuhnya. Gak bisa maen disama-samain. Gue udah "kenal" metabolisme tubuh sendiri juga melalui eksperimen yang gak sebentar, sampe perlahan-lahan, ketemu bagaimana sebenernya tubuh ini bekerja, tiap fungsi-nya. Kalo pusing itu bagaimana, cukup yang simpel aja deh, berkenaan dengan isu berat badan, 2 pertanyaan:
1. Gimana berat tubuh lu bisa naik?
2. Gimana berat tubuh lu bisa turun?
Kalo ditanyain ke gue, jawaban-nya:
1. Kalo makan sampe begah, perut kayak mau meledak (setelah ditambah sama minum), terlalu berlebihan. Makan biasa aja (gak sampe kenyang banget), gak akan signifikan kenaikan-nya. Nyemil gak akan berpengaruh cukup signifikan, begitupula segala asupan yang berbentuk cair, kayak susu, minuman isotonik, air putih. Mau diminum bergalon-galon juga gak papa ngaruh ke berat badan (keesokan harinya).
2. Kalo olahraga. Tiap lari 1 km, berat turun 0,1 kg. Lari 10 km, timbangan berkurang 1 kg. Itu berlaku kelipatan. Kalo maen futsal/sepakbola, sampe kerasa capek, itu bisa 1-1,5 kg turun-nya. Dan yang paling lucu, selama merasa lapar, gue selalu berpikir, pasti saat itu badan lagi ngurangin berat badan. Jadi kalo bukan lapar akut, malah seneng: "Asiikk. Lagi turun nih berat gue".

Gue pernah nulis juga 2 tahun lalu: Tips Nurunin Berat Badan.
Ditulisan tersebut, proses-nya lebih lama, sekitar 1 bulan untuk turun 7 kg. Itu karna proses "perkenalan" sama badan masih taraf PDKT. Kalo sekarang, udah sangat mudah gue ngatur berat badan.

Eksperimen gue juga mementahkan mitos-mitos seputar berat badan ini, diantara-nya:

- Jangan Makan Gorengan Kalo Diet. Berminyak.
Coba cek lagi menu-menu gue diatas, tiada hari tanpa gorengan. Karna dari dulu selalu ada gorengan di meja makan. Ya #sikaaaaaattt laaaahh..

- Jangan Makan Malem Kalo Lagi Diet, Nanti Pas Tidur Berubah Jadi Lemak.
Selow aja ini mah. Gue makan indomie goreng pake telor dan nasi jam 3 subuh aja berat masih turun :))) Gue kalo sahur juga biasanya diatas jam 9 malem, gak berubah jadi lemak tuh. Wong tiap bangun tidur, berat badan pasti turun koq. Kan elu tidur juga bakar kalori. Apalagi kalo sebelum/setelah tidur pake begituan. Aman dah.

- Jangan Sarapan Kalo Lagi Diet, Apalagi Jajanan Kayak Nasi Uduk atau Bubur, Kalori Tinggi.
Makan ajaaaa.. Gak ngaruuuhhh.. Apalagi kalo punya langganan, plus bumbu kacaanngg.. Goks dah.

- Banyakin Gerak Kalo Diet, Jangan Diem Aja.
Gue seharian juga cuma dirumah doang, standby depan komputer, duduk. Mirip-mirip orang kantoran-lah, bukan pekerja kasar yang membutuhkan fisik saat beraktivitas. Meski kadang iri sama badan tukang bangunan atau gali jalan. Kering gitu.

- Tiap Hari Harus Olahraga, Biar Kebakar Itu Kalori.
Olahraga secukupnya ajaaaa. Gak perlu tiap hari. Udah waktu kesita buat nyari duit, pake ditambahin beraktivitas olahraga juga. Kasian kan suami/istri/pacar elu nanti. Apalagi kalo udah punya anak, mereka kan mau ngeluangin lebih banyak waktu sama kita. Coba liat dari 4 hari gue diatas, olahraga cuma lari sama maen futsal. 2 hari lagi CUMA puasa, tapi tetep bisa turun berat badan.

- Puasa Bikin Lemes.
Ah emang eluh aja pengen ngegares mulu itu mah. Puasa gak bikin lemes kalo tau gimana cara ngisi waktu-nya. Apalagi yang kerja dari pagi sampe sore. Fokus aja kerja, kalo emang waktu lowong, whatsapp/sms/telpon-an sama orang tercinta. Kalo emang gak punya, ya maen social media aja, nanti juga lupa kalo elu lagi haus/lapar. Itu cuma di pikiran aja, tubuh mah gak papa. Setau gue, tubuh manusia bisa bertahan meski 3-4 hari gak ada asupan apapun kedalam tubuh. Kalo elu kan masih ada sahur sama buka, gak nyampe 24 jam pula. Masa' gak bisa. Payah dah ingus anoa -__-

- Jangan Mengkonsumi Makanan Yang Mengandung Gula dan Garam.
Bujubuset, susah bener dah kalo begini hidup :( Makan aja yang elu pengen daahh. Asal tau "bayar utang"-nya.

- Ganti Nasi Putih Dengan Nasi Merah Saat Diet.
Gak ngaruh ini mah. Mau nasi merah tapi lauk-nya seabreg juga gak akan turun berat badan. Tapi kalo untuk kesehatan jangka panjang mah bagus ini.

Terbantahkan tuh beberapa mitos tentang diet, pake eksperimen diatas. Kalo mau coba ikutin Pola Hidup gue sehari-hari, sharing dikit. Ini dalam posisi, udah kenal metabolisme tubuh sendiri, jadi gak menjamin kalo elo ngelakuin hal yg sama, bakal serupa hasilnya:
a. Hari Senin dan Kamis Puasa.
b. Seminggu minimal 3x berolahraga (lari aja yg paling gampang).
c. Punya konsep "bayar utang". Maksudnya, kalo abis makan makanan "gak sehat" kayak junk food, fast food, dll, "bayar utang" besok-nya, seharian makan sayur-buah aja. Atau misalnya abis makan sampe perut mau meledak, besok-nya "bayar utang" dengan olahraga sesuai dengan "utang" yg harus dibayar. Semakin banyak makan, semakin jauh lari.
d. Rutin melakukan aktivitas seksual (gak perlu gue sebutin seminggu berapa kali, nanti pada minder yg laki-laki, udah segede cacing kremi, ML cuma 1-2 bulan sekali. Gue kan anakonda tuh, ngeri lu nanti).
e. Nikmatin hidup, banyak ketawa, gak perlu banyak pantangan ini-itu. Makan makanan enak merupakan salah satu cara menikmati hidup. Enjoy.

"JADI, GUE HARUS GIMANA DONG KALO MAU TURUN BERAT BADAN?"

Cara-nya ada 2:

1. Cara Cepat: DIET.
Mau diet mahal, diet murah, diet ala si A, diet ala si B, diet ribet, diet simpel, semua gak akan bisa membuat elu mencapai tujuan, kalo gak punya ini:
- Disiplin.
Elu cek ke semua program diet yang dianjurkan (termasuk diet gue diatas), semua harus fokus sama program yang udah dirancang. Cheating, ya gagal. Kalopun gak gagal, tingkat keberhasilan-nya akan semakin sulit.
- Kontrol Asupan.
Semua program diet, pasti ngelakuin hal ini. Mau yang gak boleh berbahan dasar ini-itu, yang gak boleh makan sekian jam, inti-nya ya dikontrol yg masuk ke perut. Inget, saat lapar, saat itulah tubuh elu lagi mengurangi berat badan (dalam konteks diet).
- Buang Air Besar Rutin.
Ini gak becanda. Inti dari diet itu cuma satu: "Minimalkan yang masuk ke tubuh, maksimalkan yang keluar dari tubuh". Makanya kadang gue suka becanda kalo temen (bukan anak kecil) yang kena muntaber, itu sakit sekaligus diet. Gimana gak diet, abis makan muntah. Kalopun gak muntah, berak-berak. Yang masuk dikit, yang keluar banyak. KURUS!!

2. Cara Lama: HIDUP SEHAT.
Gue kenal Food Combining udah sekitar 2 tahunan, semenjak dikenalkan sama Bang Mamat, admin ID_AyahASI. Sampai hari ini, metode ini yang paling pas buat badan gue. Metode ini mempunyai prinsip yang mantep banget: "Badan Sehat Akan Membentuk Berat Badan Yang Ideal". Gokil gak tuh? Sebenernya panjang mendeskripsikan pola hidup ala Food Combining, karna emang sangat menyentuh metabolisme tubuh manusia, tapi gue kasih inti-nya aja, secara teknis sebagai berikut:
- Bangun tidur minum air jeruk nipis peras,
- Sarapan buah,
- Makan diatur antara pati (nasi, roti, dll) dengan protein hewani (daging-dagingan) tidak boleh digabung. Boleh makan itu 2, dipisah. Tapi kombinasikan dengan sayur-sayuran.
- Makan malam paling telat jam 20.00.
Gue baku begini seumur hidup? Enggak-lah, kan gue penggemar burger, hotdog, sering bikin indomie tengah malem :)) Tapi karna gue udah terbiasa, dan metabolisme tubuh sendiri udah ngarti, tinggal "bayar utang" aja kalo mau ngelakuin semua "hal terlarang" tersebut.

GAMPANG KAN??!!

YES, DIET ITU GAK PERLU MAHAL, GAK PERLU RIBET.

1 Pertanyaan Buat Elu Semua Yang Lagi Pada Niat Buat Nurunin Berat Badan

" Kalo Udah Turun, Mau Ngapain?".

Karna tujuan-nya yg paling penting, bukan proses-nya.

GUTLAK!!