Jumat, 22 Maret 2013

Paspor Online

Mau cerita dikit nih pengalaman ngurus Paspor Online. Mencoba menjadi warga negara yang baik. Dan tidak memberi ruang untuk korupsi!! SAY NO TO KORUPSI!! *jadi serius gini*

Paspor gue April 2013 sudah habis masa berlakunya, untuk kepentingan apabila ada urusan mendadak overseas (anjir, kayak orang berduit aje), jadilah mau perpanjang bulan Maret ini. Karna selama bikin paspor (punya sendiri, Ayah-Mama, Dewa, bahkan Adia) selalu menggunakan perantara calo, yang relatif jauh lebih mahal, jadi-lah untuk urusan perpanjang ini, coba urus sendiri. *padahal mah biar hemat aje*

Coba googling baca pendapat orang-orang tentang bagaimana sih bikin Paspor Online. Dan jawabannya sungguh membuat nyaman. "Praktis", "Cepat", "Murah", "Gampang", "Gak Ribet", dan semua nada positif lainnya. Tapi ada satu yang mereka lupa, harusnya pas sharing juga dikasih tau hal yang sangat penting, dan patut di bold serta di garis-bawahi: DATANG SAAT KANTOR IMIGRASI BARU BUKA.

Gue ceritakan pengalaman pribadi ya, biar pada gak terlalu terbuai sama kemudahan Paspor Online.

Paspor Online apaan sih?

Kalo diliat dari namanya, tampak keren ya? Yang ada di bayangan gue, ini ngurus semua lewat internet aja. Dari mulai mengajukan aplikasi, hingga bayar. Jadi dateng ke Kantor Imigrasi saat foto, sidik jari dan wawancara aja. Kalo emang begitu, sangat praktis, sesuai namanya. Gak perlu antri lama di  Kantor Imigrasi, gak perlu nolak-nolakin calo yang nawarin jasa. Tapi gak begitu kenyataanya.

Cara mengajukan Paspor Online yang normal:

1. Buka situs www.imigrasi.go.id,
2. Klik "Daftar Paspor Online",
3. Pilih Paspor 48H (karna 24H udah gak ada, khusus TKI), lanjut isi semua keterangan yang dibutuhkan, seperti nama, alamat, tempat tanggal lahir, nomer paspor lama (kalo perpanjang), nama orangtua, pasangan, dll.
4. Scan 3 item WAJIB: Kartu Tanda Penduduk, Kartu Keluarga, dan 1 diantara Akte Kelahiran atau Ijazah atau Surat Menikah. Lalu upload di tempat yang disediakan.
5. Print Konfirmasi Pendaftaran Online.
6. Datang ke Kantor Imigrasi sebelum jam 11.00, karna setelah itu akan ditutup.

Jadi bikin Paspor Online cuma buat daftar doang, ujung-ujungnya sama kayak bikin paspor manual, ngantri juga, nolakin calo juga. Jauh dari ekspektasi gue ternyata. Ciihh! *muka belagu*

Penjelasan singkat ngajuin Paspor Online sama Manual:

Manual:
- Datang ke Kantor Imigrasi, isi Formulir Pengajuan dan Surat Pernyataan (ini gratis, tapi perlu 1 materai Rp6000 untuk ditempel di Surat Pernyataan), masukin berkas (fotokopi KTP, KK, Akte kelahiran/Ijazah/SuratNikah, Formulir Pengajuan, Surat Pernyataan, Paspor Lama) ke loket pendaftaran.
- 3 hari kemudian, balik lagi ke Kantor Imigrasi untuk ke loket pembayaran, bayar Rp200.000 buat buku paspor plus Rp55.000 biaya foto (total Rp255.000), lalu nunggu giliran di loket foto-wawancara.
- 4 hari kemudian, balik ke Kantor Imigrasi untuk pengambilan paspor.

Online:
- Daftar melalui situs www.imigrasi.go.id, isi semua data yang diperlukan serta tanggal kedatangan ke Kantor Imigrasi.
- Sesuai jadwal sewaktu daftar online, dateng ke Kantor Imigrasi, untuk isi Formulir Pengajuan dan Surat Pernyataan, masukin berkas (fotokopi KTP, KK, Akte kelahiran, Formulir Pengajuan, Surat Pernyataan) ke loket online. Lanjut dapet nomer antrian untuk ke loket pembayaran (yang Rp255.000), lalu nunggu giliran foto-wawancara.
- 4 hari kemudian, balik ke Kantor Imigrasi untuk pengambilan paspor.

Ada yang liat bedanya? Apa yang menjadi keunggulan Paspor Online?

1. Paspor Online hanya cukup 2 kali bolak-balik ke Kantor Imigrasi (urus seharian, ambil paspor). Sedangkan Paspor manual harus 3 kali bolak-balik (masukin berkas, bayar-foto-wawancara, ambil paspor)

2. Paspor Online punya loket sendiri, "Loket Online".

Sisanya? SAMI MAWON :))

1. Sama- sama ngisi Formulir Pengajuan dan Surat Pernyataan (bermaterai).

2. "Loket Pembayaran" yang sama.

3. "Loket Foto-Wawancara" yang sama.

4. Sama-sama ngantri 3 kali:
- Ngantri masukin berkas (bahkan kemaren "Loket Pendaftaran" Manual ada 4, sedangkan "Loket Online" cuma ada 1).
- Ngantri bayar Rp255.000.
- Ngantri foto-wawancara.

Keliatan ya bedanya? Cuma gitu doang :))

Okeh, lanjut cerita pengalaman pribadi kemaren perpanjang paspor ya..

Setelah googling tadi, akhirnya memutuskan untuk membuat Paspor Online, mau tau kayak gimana prosesnya. Biar ada bahan buat nge-blog juga sih.

1. Daftar ke www.imigrasi.go.id.
Isi semua kolom wajib, lalu upload scan-an KTP dan KK. Karna Ijazah entah kemana, dan Surat Nikah merupakan surat "menyeramkan" yang mengubah hidup (apa sih ini alasannya), jadi yang gue upload adalah Akte Kelahiran. Setelah beres, isi kolom Kantor Imigrasi mana yang mau gue datengin, dan waktu kedatangan (di kolom pilihan, maksimal kedatangan 7 hari setelah pendaftaran. Jadi gak bisa daftar sekarang, baru dateng 10 tahun lagi *lebay*). Catatan nih, dulu kalo gak salah, KTP itu berpengaruh dimana kita bikin paspor. Misal KTP-nya Jakarta Tenggara, maka bikin di Kantor Imigrasi Jakarta Tenggara juga. Sekarang udah bebas aja tuh, meski KTP Jakarta Timur Laut, bisa bikin di Kantor Imigrasi Jakarta Barat Daya. *pusing-pusing deh lu*

2. Dateng ke Kantor Imigrasi.
Karna gue pikir ketentuan masih lama, akhirnya gue pilih Kanim Jakarta Timur, tempat bikin paspor lama. Sebelum berangkat, perlengkapan yang mesti dibawa, biar disana gak perlu cari-cari lagi:
a. Dokumen:
- Print Konfirmasi Pendaftaran Online
- Asli dan Fotokopi KTP (kertas A4, 1 halaman aja, bukan fotokopi bolak-balik),
- Asli dan Fotokopi KK,
- Asli dan Fotokopi dokumen Akte Kelahiran / Ijazah / Surat Nikah yang di upload saat daftar online,
- Asli dan Fotokopi Paspor lama
b. Lain-lain:
- Pulpen warna hitam (untuk mengisi Formulir Pengajuan dan Surat Pernyataan),
- Materai Rp6.000 untuk Surat Pernyataan (disana harganya Rp7.000, mayan hemat Rp1.000 bakal gorengan),
- Uang Rp255.000 buat bayar,
- Charger handphone,
- Perlengkapan pencegah kebosenan menunggu,
- Uang lebih buat jajan. Kalo emang merki, ya bawa aja bekal dari rumah. Dasar Padang lu.

3. Ambil Formulir.
Sesampainya di kantor imigrasi, langsung ambil Formulir Pengajuan dan Surat Pernyataan (ini gratis). Gak ngantri juga. Ada meja untuk mengisi. Lengkapin semua kolom yang ditanyakan.

4. Ambil antrian untuk ke "Loket Online".
Perlihatkan Formulir yang udah diisi di step 3 diatas, baru boleh ambil nomer antrian-nya. Di loket ini, semua dokumen akan diserahkan, antara lain:
- Print Konfirmasi Pendaftaran Online,
- Formulir Pengajuan,
- Surat Pernyataan,
- Fotokopi KTP,
- Fotokopi KK,
- Fotokopi Akte Kelahiran / Ijazah / Surat Nikah sesuai yang di upload,
- Asli dan fotokopi Paspor Lama,
Setelah diserahkan, akan dapet secarik kertas kalo semua berkas udah masuk, proses dilanjutkan.

5. Ambil antrian untuk ke "Loket Pembayaran".
Di sini, secarik kertas tadi dijadikan penukaran untuk mengambil nomer antrian. Bayar Rp255.000, lalu langsung mendapatkan kwitansi dan nomer antrian untuk ke loket selanjutnya.

6. Menunggu di loket "Foto dan Wawancara".
Saat dipanggil nomer antrian, kita akan di ambil sidik jari-nya dan difoto (jadi kalo mau ngajuin, pake baju yang bagus, mayan kan buat 5 taun kedepan. Kalo perlu ke salon dulu. Auah). Setelah itu kembali menunggu nama dipanggil untuk proses Wawancara. Cuma ditanya-tanya, tinggal dimana, mau kemana bikin paspor, buat apaan, dll. Sekitar 5-10 menitan.

7. Pulang.
Proses udah selesai, dipersilakan pulang. Untuk kemudian datang di hari yang ditentukan oleh pewawancara (biasanya 4 hari), mengambil paspor yang telah selesai.

WAAAAHHH.. CEPAT SEKALI YAAAA???!!

Lupa ya gue cantumin waktu?? Pffftt..

Oke, akan cerita dengan detail menggunakan waktu ya.

- Jumat, 15 Maret 2013, ajukan aplikasi online sekitar pukul 13.00.
- Selasa, 19 Maret 2013, berangkat santai. Namanya juga ajukan Paspor Online, yang kata banyak orang "Praktis", "Cepat", "Murah", "Gampang", "Gak Ribet". Karna deadline jam 11.00, kayak biasa aja sehari-hari.
- 09.30. Baru berangkat dari kantor.
- 10.30 nyampe Kanim Jakarta Timur, ngisi formulir.
- 10.50 nyaris kelewat deadline, dapet antrian nomer 297 di loket online, sedangkan di loket manual antrian baru 140an dan dilayani 4 loket.
- 12.00 baru masukin berkas, dikasih secarik kertas dan disuruh ke Loket Pembayaran jam 14.30. Eng-ing-eng. Ngapain ini 2,5 jam mati gaya? Akhirnya cari makan, keluar dulu.
- 14.30 tepat gue ke Loket Pembayaran dan ngambil nomer antrian, 703. Tau gak, saat itu, baru nomer berapa? 630an. Jadi sebelum gue masih ada 70an orang lagi.
- 16.15 baru dipanggil. Bayar Rp255.000. Terus dapet nomer antrian 997 akhir di Loket Foto-Wawancara. Pas liat antrian saat itu, masih nomer 905an. Artinya, ada sekitar 90an orang lagi.
- 18.45 akhirnya nomer gue dipanggil, untuk foto dan pengambilan sidik jari. Aaahh.. Finallyy..
BELOOOOMMM.. Masih nunggu lagi buat nama dipanggil wawancara.
- 19.20 nama dipanggil, wawancara 5-10 menitan.
- 19.30 Ke parkiran, bergegas pulang. Dengan badan yang mau capek fisik dan mental.

Liat dah, berapa jam proses menggunakan Paspor Online? 9 JAM!! Busyet -_-

Saking bosennya gue nunggu di Kanim Jakarta Timur, sempet keluar, mancing para calo buat ngedeketin dan nawarin, akhirnya ada nih satu yang nyamperin:
Calo (C): "Mau dibantu Pak?"
Gue (G): "Dibantu apaan ya Bang?"
C: "Upilin idung elu!!"
C: "Bikin paspor"
G: "Oh, emang bisa sama Abang?"
C: "Bisa. Mau yang jadi 2 hari apa seminggu?"
G: "Kalo jadi 2 hari berapa, seminggu berapa? Saya mau bandingin aja Bang"
C: "Kalo 2 hari itu 1,5 juta. Seminggu bisa 650 ribu. Nanti Bapak tinggal foto sama wawancara aja gak usah antri"
G: "Busyeeett.. Mahal amat Bang?? Gak bisa goceng aja??"
C: "NGAJAKIN RIBUT LU NAWAR SEGITU??!! Iya, sekarang udah makin susah birokrasi-nya"
G: "Oke Bang, saya pikir-pikir dulu yak. Duit saya gak ada segitu, tapi saya males juga nih nunggu lama amat dari tadi".
C: "Ya, nanti cari saya aja, sampe sore koq disini".
G: "Sip bang, makasih yak".

Dari percakapan ngehe diatas, gila ya bedanya, jauh banget. Yang normal aja bisa hampir bikin 3 paspor kalo ngurus sendiri. Yang ekspres bisa sampe bikin 6 paspor!! Ya tapi keuntungan, gak perlu repot ngantri dan ngurus kesana-kemari. Tinggal duduk manis nunggu giliran foto-wawancara. Ada calo di sana juga sebenernya menuhin permintaan pasar. Karna banyak pasti yang gak mau waktunya kesita seharian kayak gue kemaren buat ngurus paspor doang. Pertanyaan besarnya: "Pilih Mana? Waktu Kebuang apa Uang Kebuang?"

Gak perlu jawab, bisa koq menghindari dua-duanya. Tips dari gue ngurus paspor sendiri:

1. Tetap Gunakan Fasilitas Paspor Online.
Lumayan bisa hemat ongkos, waktu, dan tenaga. Cuma perlu 2 kali ke Kantor Imigrasi. Ngurus seharian, dan ngambil paspor di kemudian hari.

2. Dokumen Semua Siap.
Liat diatas, apa aja yang perlu dibawa pas ke Kantor Imigrasi. Biar gak perlu bolak-balik fotokopi atau cari pulpen/materai segala. Tinggal ambil nomer antrian, ngantri, proses. Ambil nomer antrian, ngantri, proses.

3. Dateng Pagi Pas Baru Buka.
Ini yang paling PENTING. Dan dilupakan untuk disharing oleh para temen-temen yang udah nyoba Paspor Online. Karna percuma aja kalo dateng siang kayak gue, beresnya sampe malem kayak gitu.

4. Maintain Your Expectation.
Ekepektasi gue, Paspor Online itu gampang, jalur-nya beda sama manual. Ternyata salah. Ekspektasi gue, sore juga udah bisa pulang, karna cepet kalo online. Ternyata salah. Begitu pula nanti elo kalo setelah baca blog ini. Mungkin cerita ini gak sinkron sama keadaan Kantor Imigrasi tempat elo bikin nanti.

Kalo kata salah satu petugas kemaren, dia bilang gini: "Siapin waktu seharian Pak kalo mau ngurus paspor". Dan gue sepakat sama hal itu. Bikin di otak elo, kalo ngurus ini seharian. Jadi emang udah persiapan buat menghadapinya. Karna serius, 9 jam buat bikin paspor, dengan ekspektasi bakal beres hanya dalam 4-5 jam, itu gak enak banget :))

Sekian sharing dari saya.

Dengan Rahmat Allah yang Maha Kuasa,

Wassalammualaikum..



Jatinegara Keras Braaayy..

4 komentar:

  1. Nice info. thx min, sangat membantu...

    BalasHapus
  2. fotokopinya (ktp,kk,akte) masing" berapa lembar bro??
    semua ukurannya harus pake kertas a4??
    maturnuwun,,

    BalasHapus